RSS

As-Sayyid Muhammad ibn Alawi Al-Maliki (4)

30 Mei

As-Sayyid Muhammad ibn Alawi Al-Maliki: Pembina Calon Ulama’ Indonesia (4)

Bismilahirrahmanirrahim Walhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin Wassholatu Wassalamu `Ala Rasulillah, Wa’ala Aalihie Washohbihie Waman Walaah amma ba’du…

Sayid Muhammad Al-Maliki Ulama Kenamaan Makkah

As-Sayyid Muhammad ibn Alawi Al-Maliki (4) [Foto di kiri: As-Sayyid Muhammad (kanan) bersama salah seorang ulama Indonesia (kiri), (alm.) Al-Habib Al-Imam Al-Quthb Abdullah bin Abdul Qadir Balfaqih al-Husaini, pendiri pesantren Darul Hadits, Malang, Jawa Timur, Indonesia]

Berita dukacita datang dari kota suci Mekkah. Sayid Muhammad Bin Alwi Bin Abbas Alhasani, wafat pada 15 Ramadhan 1425 H, bertepatan dengan tanggal 29 Oktober 2004. Meninggalnya ulama kelahiran Mekkah tahun 1943 (1362H) cukup mengejutkan warga kota Mekkah, khususnya para mukimin Indonesia yang tinggal di Kota Suci itu. Karena, ulama yang menjadi panutan para kyai di banyak negara ini, sebelum menghembuskan nafas terakhir masih menunaikan shalat subuh di kediamannya.

Ketika jenazah Sayid Muhammad Al Maliki hendak dishalatkan di Masjidil Haram, ribuan warga kota Mekkah bergantian menggusung jenazahnya. Dikabarkan sejumlah warga Afrika banyak yang menangis dan histeris. Sementara toko-toko di sekitar Masjidul Haram yang dilewati jenazah mematikan lampu sebagai tanda dukacita.

Jenazah almarhum di makamkan di pemakaman Ma’la di Mekkah, berdekatan dengan makam Sayidatina Khadijah, istri pertama Rasulullah SAW. Harian Arab Saudi Okaz sengaja mengetengahkan tiga halaman suratkabarnya untuk memuat kegiatan, aktivitas, dan biografi almarhum.

Kebesaran Al Maliki, bukan hanya di Indonesia, tapi juga di negara-negara Afrika, Mesir, dan Asia Tenggara. Ayahnya Sayid Alwi Al Maliki adalah guru dari pendiri NU, KH Hasyim Ashari. Dia juga pernah menjadi guru besar di Masjidil Haram pada 1930-an dan 40-an. Banyak ulama sepuh dari Nahdlatul Ulama (NU) yang menimba ilmu dari Sayid Alwi Al-Maliki. Sepeninggal Sayid Alwi, kiprahnya dilanjutkan oleh Sayid Muhammad Al-Maliki.

Sayid Alwi juga pernah mengajar di Masjidil Haram, Makkah. Almarhum ayahnya ini dulu tinggal di Aziziah, yang tidak jauh dari Masjidil Haram. Di masjid yang dijadikan sebagai kiblat umat Islam ini, Sayid Alwi mengajar murid-muridnya yang datang dari berbagai negara, termasuk para jamaah dari Indonesia. Warga Betawi sendiri pada masa-masa itu, banyak mengirimkan anak-anak mereka belajar ke tanah Hejaz (sebutan Kerajaan Arab Saudi kala itu).

Ketika dua tahun lalu saya berkunjung di kediamannya di Rushaifah sekitar empat kilometer dari Masjidil Haram, terlihat ratusan muridnya yang berdiam di pesantren dan sekaligus kediamannya. Banyak diantara mereka yang berasal dari Indonesia. Di samping dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan sejumlah negara di Afrika.

Ketua Umum DPP PAN Amien Rais pernah berkunjung ke Sayid Muhammad Al-Maliki. Demikian pula Hamzah Haz saat masih menjabat sebagai wakil presiden. Banyak ulama Indonesia, saat melaksanakan ibadah haji dan umrah, selalu sowan ke rumah Al Maliki.

Almarhum yang telah beberapa kali ke Indonesia dan murid-muridnya mempunyai banyak pesantren di pulau Jawa, Sulawesi dan Sumatera, punya perhatian khusus pada Indonesia. Seperti saat Hamzah Haz tahun lalu mengunjunginya, di hadapan para ulama Mekkah dan berbagai negara Islam, ia berdoa agar bangsa Indonesia dipersatukan Allah, dan tidak bercerai berai.

Di depan kediamannya, terdapat sebuah masjid cukup besar. Sementara di bagian dalam, terdapat sebuah lapangan yang biasa digunakan untuk menerima tamu dalam jumlah besar. Boleh dikata Al-Maliki tidak pernah sepi menerima banyak tamu tiap hari. Al-Maliki yang murah senyum dan berwajah tampan, ketika itu, tengah mengadakan pertemuan dengan sejumlah ulama, di antaranya dari Afrika dan Eropa. Pertemuan silaturahmi semacam ini hampir tiap malam dilakukan.

Dalam pertemuan itu dibacakan maulid Nabi Muhammad SAW, yang boleh dikatakan jarang terjadi di Arab Saudi. Menurut keterangan, di antara murid-muridnya itu banyak para mukimin asal Indonesia yang telah menjadi warga Arab Saudi. Biasanya, setelah shalat Isya para tamu kemudian makan bersama berupa nasi kebuli. Satu nampan besar umumnya dihidangkan untuk 5 hingga 6 orang. Almarhum yang pada tahun 1970-an dan 1980-an kerap berkunjung ke Indonesia. Ia singgah di berbagai pesantren dan perguruan Islam di Indonesia. Ia juga pernah beberapa kali berkunjung ke Majelis Taklim Kwitang, Attahiriyah, dan Assyafiiyah.

Tak henti belajar

Sayid Muhammad Al Maliki memulai pendidikan di Masjidil Haram, tempat ayahnya pernah mengajar. Kemudian dilanjutkan di sekolah Tahfidil Quran. Masih dalam usia muda, Sayid yang tidak pernah bosan menempa ilmu itu kemudian berkeliling ke India dan Pakistan. Di sini ia belajar di kota Bombay, Hederabad, dan Karachi dari ulama di kota-kota tersebut.

Ia kemudian melanjutkan pelajarannya di Universitas Al-Azhar Bidang Usuluddin dan mendapat gelar doktor. Dari Al-Azhar ia melanjutkan pendidikan ke Maroko dan beberapa negara Afrika Utara. Setelah ayahnya wafat, pada 1971 ia menjadi guru besar di Masjidil Haram. Sebelumnya menjadi dosen syariah di Universitas Makkah Mukarommah. Ia juga pernah dipilih sebagai ketua penelitian internasional dalam perlombaan MTQ pada pertengahan tahun 1970-an. Sayid Muhammad Al Maliki mendirikan tidak kurang 30 buah pesantren dan sekolah di Asia Tenggara. Karangannya mencapai puluhan kitab mengenai usuluddin, syariah, fikih dan sejarah Nabi Muhammad. Ia mendapat gelar profesor dari Universitas Al-Azhar pada tanggal 6 Mei 2000. Ratusan murid yang menampa pendidikan di pesantrennya, biaya makan dan pemondokan ditanggungnya, alias gratis.

Menurut Habib Abdurahman A Basurrah, wakil sekjen Rabithah Alawiyah yang lama mukim di Arab Saudi, di Indonesia di antara murid-murid Al-Maliki banyak yang menjadi ulama terkenal dan pendiri dari berbagai pesantren. Murid-muridnya itu antara lain Habib Abdulkadir Alhadad, pengurus Al-Hawi di Condet, Jakarta Timur; Habib Hud Baqir Alatas pimpinan majelis taklim As-Shalafiah; Habib Saleh bin Muhammad Alhabsji; Habib Naqib Bin Syechbubakar yang memimpin majelis taklim di Bekasi; Novel Abdullah Alkaff yang membuka pesantren di Parangkuda, Sukabumi.

Di antara ulama Betawi lainnya yang pernah menimba ilmu di Makkah adalah KH Abdurahman Nawi, yang kini memiliki tiga buah madrasah/pesantren masing-masing di Tebet, Jakarta Timur, dan dua di Depok. Masih belasan pesantren dan madrasah di Indonesia yang pendirinya adalah alumni dari Al-Maliki. Seperti KH Ihya Ulumuddin yang memiliki pesantren di Batu, Malang. Demikian pula Pesantren Riyadul Solihin di Ketapang (Probolinggo), dan Pondok Pesantren Genggong, juga di Probolinggo.

( alwi shahab )

Sumber: Harian Republika

Bersambing ke bagian 5… 

 
7 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 30, 2007 in Sejarah & Biografi

 

7 responses to “As-Sayyid Muhammad ibn Alawi Al-Maliki (4)

  1. nurkhalis mukhtar

    Juni 14, 2007 at 3:17 pm

    keilmuwan allamah al sayyid tidak diragukan hatta ulama al azhar mengakuinya…dalam usia 25 tahun beliau telahpun meraih doktor dari fakultas usuluddin al azhar usia yang terlalu muda tapi itulah ulama besar alim hijjaz dan banyak karangan beliau diantaranya mafahim yajib antusahhah,zakhair almuhammadiyah,attahzir dan banyak lagi hampir seratus judul dalam berbagai disiplin ilmu…jazakallah ya sayyidi allamah ahli bait.

     
  2. hasan

    Mei 15, 2008 at 7:24 am

    asslamu’alaikum war. wab
    saudara2ku,,,,begitu saya melihat hal-hal yang mengingatkan saya pada assyikh assayyidul imam muhammad bin alwy almaliki hati saya gundah,,,,seakan saya kehilangan sesuatu yang paling berharga dlam diri saya,,,memang secara tidak langsung saya bukanlah murid beliau,,,,tapi beliau adalah murid guru saya,,,hanyalah harapan dalam mimpi saya dulu untuk bisa berguru dengan beliau,,,,,,tapi,,,,semuanya hanyalah angan-angan yang jauh panggang dari api,,,,,tapi biarlah setidaknya hati ini berhak menyukai beliau,,,,,
    saudara2ku,,,,,adakah kiranya saudara memiliki koleksi dokumentasi beliau yang berformat audio visual? kalo beleh saya minta,,,,saya ingin sekali memiliki itu sebagai kenang-kenangan dan inspirasi belajar saya,,,,

     
  3. Asy-Syifa

    Mei 15, 2008 at 7:47 am

    W ‘alaikum slm Wr. Wb.
    Ikhwan fiLlah…sy yaqin, antum sering mendengar ungkapan indah Sayyidul-‘anam, Sayyiduna w Muwana RosuluLloh SAW yg kurang-lebih artinya: “Sesungguhnya seseorang akan berkumpul dengan orang yg dicintainya….”

    Antum bisa cari di mesin pencari di internet link-link ceramah2-nya As-Sayyid Al-Maliki, diantaranya http://nunihon.org/mimbar/wp-content/uploads/2007/02/Sayyid_Maliki.MPG

     
  4. Dimas Hanif

    Mei 22, 2008 at 3:31 pm

    Asalamualaikum. Wr. Wb.

    Akhi salam kenal sblmnya, ana boleh tidak minta kirimin nasabiyah Sayid Muhammad Alwi Al- Maliki dari Ayahandanya hingga ke Rasulullah SAW karena sangat penting sekali bagi saya guna menambah wawasan saya tentang silsilah alawiyin.

    Atas Perhatian dan pertimbangannya saya ucapkan terima kasih.

    Wasalam.

     
  5. taibah

    April 19, 2009 at 3:05 pm

    ASSALAMUALAIKUM..LI MAN YAQRA’ HAZIHI AR-RISALAH..

    BERUNTUNG SUNGGUH BAGI MEREKA YANG DAPAT BERSUA, BERTEMU, MELIHAT, BERCAKAP, MENUNTUT ILMU, MENDENGAR NASIHAT DARI ULAMA’ PEWARIS NABI INI..

    SAYA YANG HANYA MENDENGAR DARI ABANG SAYA YANG PERNAH BELAJAR DI HALAQAH DI MASJIDIL HARAM DAN BERTEMU DENGAN ULAMA’ PEWARIS NABI INI PASTI AKAN MENANGIS MENGALIRKAN AIR MATA APABILA DICERITAKAN TENTANG ULAMA PEWARIS NABI INI..

    DIDOAKAN MOGA USAHA KALIAN MENULIS TENTANG ULAMA’ PEWARIS NABI INI DIBERKATI ALLAH.

    BAGAIMANA SAYA BOLEH MENDAPATKAN BUKU-BUKU TULISAN ULAMA PEWARIS NABI INI?MUNGKIN TUAN BOLEH MEMBANTU UNTUK MENDAPATKAN BUKU-BUKU TULISAN ULAMA’ INI.

    SAYA HANYA MEMPUNYAI 1-2 BUAH KITAB SAHAJA DI RUMAH.

    SEKIAN, TERIMA KASIH

     
  6. Asy-Syifa

    April 20, 2009 at 3:15 am

    WA ‘ALAIKUM SALAM WAROHMATULLOHI WA BAROKATUH…!

    Alhamdulillah, mudah2an kita semua bisa mengikuti dan meneladani akhlaq2 pewaris nabi dan mudah2an kita bisa berkumpul dengan Mereka kelak….!

    Sebagian kitab2 Beliau bisa dilihat di internet, diantaranya http://www.mafahim.org./

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: