RSS

Arsip Penulis: Asy-Syifa

Tentang Asy-Syifa

Majelis Ta'lim Asy-syifa Al Mahmudiyyah Sumedang-Bandung.

Link Tentang Haji & Umroh

Depag Haji

info Haji

Jurnal Haji Republika

Tentang Haji & Umroh

OkeZOne

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 21, 2010 in Jamaah Haji

 

DAFTAR ISTILAH UKURAN DALAM KITAB FIQIH

DAFTAR ISTILAH UKURAN DALAM KITAB FIQIH)
Download PDF
a Satu QIROTH menurut imam Tsalasah 0,215 Gr
b Satu DIRHAM menurut imam Tsalasah 2,715 Gr
c Satu MITSKOL menurut imam Tsalasah 3,879 Gr
d Satu DANIQ menurut imam Tsalasah 0,430 Gr
e Satu DZIRO Al-Mu’tadil menurut Aktsarin-Nas 48 Cm
- Menurut Al Makmun 41,666625 Cm
- Menurut An-Nawawi 44,720 Cm
- Menurut Ar-Rofi’i 44,820 Cm
f Satu MUD Menurut Imam Tsalatsah 9,22 Cm (P x L x T ) = 0,766 Ltr
g Satu SHO Menurut Imam Tsalatsah 14,65 Cm (P x L x T ) = 3,145 Ltr
h Satu WASAQ Menurut Imam Tsalatsah 57,32 Cm  (P x L x T ) = 188,712 Ltr
i Satu SHO’ Gandum (Hinthoh) Menurut Imam An-Nawawi 1.862,18 Gr
j Satu MUD Gandum (Hinthoh) Menurut Imam An-Nawawi 456,54 Grm
k Satu SHO’ Beras putih 2.719,19 Grm
l Satu Mud Beras putih 679,79Grm
m Air DUA KULAH menurut An-Nawawi 55,9 Cm (P x L x T ) = 174,580 Ltr
- Menurut Ar-Rofi’iy 56,1 Cm (P x L x T ) = 176,245 Ltr
- Menurut Ahli Iraq 63,4 Cm (P x L x T ) = 245,325 Ltr
- Menurut Aksarin-Nas 60 Cm (P x L x T ) = 187,385 Ltr
n Zakat Fitrah adalah satu SHO’ 2.719,19 Grm = 2,71919 Kg
o Jarak Qosor Sholat menurut:
- Kitab Tanwirul Qulub 80,640 Km
- Al-Ma;Mun 89,999992 Km
- Ahmad Husain 94,500 Km
-Aksarul Fuqha 119,99988 Km
p RITL BAGDAD menurut:
- An-Nawawi 349,16 Grm
- Ar-Rofi’i 353,49 Grm
q NISHOB SARIQOH emas menurut Imam Tsalasah 0,97 Grm
r Satu UQIYAH 12 Dirham
s Satu DIRHAM 2 Gram
DAFTAR NISOB DAN ZAKAT HARTA ZAKAWIY
NO NAMA HARTA NISHOB ZAKAT PROSEN KETERANGAN
1 Perak 543,35 Gr 1 / 40 = 13,584 Gr 2,5 % Dikeluarkan setelah 1 thn
2 Tambang Perak 543,35 Gr 1 / 40 = Gr 2,5 % Dikeluarkan seketika
3 Rikaz Perak 543,35 Gr 1 / 5 = 108,67 Gr 20 % Dikeluarkan seketika
4 Harta dagang dgn modal perak 543,35 Gr 1 / 40 = 13,584 Gr 2,5 % Ditaksir dengan perak dan dikeluarkan setelah 1 thn
5 Emas 77,58 Gr 1 / 40 = 1,9395 Gr 2,5 % Dikeluarkan setelah 1 thn
6 Tambang Emas 77,58 Gr 1 / 40 = 1,9395 Gr 2,5 % Dikeluarkan seketika
7 Rikaz Emas 77,58 Gr 1 / 5 = 15,516 Gr 20 % Dikeluarkan seketika
8 Harta dagang dgn modal emas 77,58 Gr 1 / 40 = 1,9395 Gr 2,5 % Ditaksir dgn emas  dan dikeluarkan setelah 1 thn
9 Gabah 1.323,132 Kg 1 / 10 = 132,3132 Kg 10 % Tanpa biaya pengairan
1.323,132 Kg 1 / 20 = 66,1566 Kg 5 % Dgn biaya pengairan
10 Padi gagang 1.31,516 Kg 1 / 10 = 163,1516 Kg 10 % Tanpa biaya pengairan
1.31,516 Kg 1 / 20 = 81,5758 Kg 5 % Dgn biaya pengairan
11 Beras 815,758 Kg 1 / 10 = 81,5758 Kg 10 % Tanpa biaya pengairan
815,758 Kg 1 / 20 = 40,7879 Kg 5 % Dgn biaya pengairan
12 Gandum 558,654 Kg 1 / 10 = 55,8654 Kg 10 % Tanpa biaya pengairan
558,654 Kg 1 / 20 = 27,9327 Kg 5 % Dgn biaya pengairan
13 Kacang tunggak 756,697 Kg 1 / 10 = 75,6697 Kg 10 % Tanpa biaya pengairan
756,697 Kg 1 / 20 = 37,83485 Kg 5 % Dgn biaya pengairan
14 Kacang Hijau 780,036 Kg 1 / 10 = 78,0036 Kg 10 % Tanpa biaya pengairan
780,036 Kg 1 / 20 = 39,0018 Kg 5 % Dgn biaya pengairan
15 Jagung kuning 720 Kg 1 / 10 = 72 Kg 10 % Tanpa biaya pengairan
720 Kg 1 / 20 = 36 Kg 5 % Dgn biaya pengairan
16 Jaung Putih 714 Kg 1 / 10 = 71,4 Kg 10 % Tanpa biaya pengairan
714 Kg 1 / 20 = 35,7 Kg 5 % Dgn biaya pengairan

KETERANGAN

-         Perhitungan awal tahun pd zakat hewan ternak dimulai dari memilikinya dlm jumlah 1 nishob, begitu juga pada emas & perak. Sedangkan utk barang dagang maka:

  • Bila modal dagang diambilkan dari emas/perak yg sudah genap 1 nishob baik dipakai semua atau tdk, maka penghitungan tahun dimulai dari pemilikan emas/perak
  • Bila modal dagang berasal dari selain emas/perak yg telah mencapai 1 nishob, maka penghitungan tahun dimulai dari permulaan berdagang.

-         Daftar nishob dan ukuran di atas dikutif dari kitab “FATHIL-QODIR” susunan Syaikh Ma’sum bin Ali Quwaron, Jombang.

-         Yang dimaksud dgn Imam Tsalatsah di atas adalah Imam Maliki, Imam Syafi’I dan Imam Hambali.

-         Nishob emas pada daftar di atas adalah nishob emas murni (emas dgn kadar 100%). Sedangkan utk mencari nishob emas yg tdk murni (emas dgn kadar kurang dari 100%) yaitu dgn cara: Nishob emas murni (77,58) dibagi kadar emas yg tdk murni kemudian hasilnya dikalikan dgn kadar emas murni (100)

Contoh:

  • Untuk pencarian Nishob emas dgn kadar 90%:

Nishob = 77,58 : 90 x 100                                  = 86,2   Gr

Zakat yg harus dikeluarkan  – 2,5% (1/40)         = 2,155 Gr

- 2,0% (1/50)         = 17,24 Gr

  • Untuk pencarian Nishob emas dgn kadar 75%:

Nishob = 77,58 : 75 x 100                                  = 103,44 Gr

Zakat yg harus dikeluarkan  – 2,5% (1/40)         = 2,586   Gr

- 2,0% (1/50)         = 20,688 Gr

-         Nishob dan ukuran utk jenis biji-bijian dengan menggunakan berat/gram sebagai mana daftardi atas adalah hanya pendekatan saja. Sebeb ukuran yang asal menurut Syara’ adalah dengan menggunakan Sho’ / Wasaq yang ada pada jaman Rasululloh SAW, maka dihimbau kepada kaum muslimin apabila ada perbedaan pendapat dalam menentukan berat kadar nishob, agar mengambil kadar yang ukurannya telah diyakini tidak kurang dari kadar yang telah ditentukan Syara’. ( Fathul Wahhab 1/114 dan S. Taufiq:41)

WaLlohu a’lam bish-showab

Al-Faqir ilaa Rohmati Robbihi

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 27, 2010 in Download, Fiqih & Ushul Fiqih

 

Bulan Rajab dan Keutamaanya

Bulan Rajab dan Keutamaanya

Diriwayatkan bahwa Nabi SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM telah bersabda: “Ketahuilah bahwa bulan Rajab itu adalah bulan ALLAH, maka barangsipa yang berpuasa satu hari dalam bulan Rajab dengan ikhlas, maka pasti ia mendapat keridhaan yang besar dari ALLAH SUBHANAHU WA TA’AALA.

Barangsiapa yang berpuasa dua hari dalam bulan Rajab mendapat kemuliaan disisi ALLAH SUBHANAHU WA TA’AALA. Barangsiapa berpuasa tiga hari dalam bulan Rajab, maka ALLAH akan menyelamatkannya dari bahaya dunia, siksa akhirat, dari terkena penyakit gila, penyakit putih-putih di kulit badan yang menyebabkan sangat gatal dan diselamatkan dari fitnahnya syaitan dan dajjal. Barangsiapa berpuasa tujuh hari dalam bulan Rajab, maka ditutupkan tujuh pintu neraka Jahanam.

Barangsiapa berpuasa 8 hari dalam bulan Rajab, maka dibukakan 8 pintu syurga baginya. Barangsiapa yang berpuasa 5 hari dalam bulan Rajab, permintaannya akan dikabulkan oleh ALLAH SUBHANAHU WA TA’AALA. Barangsiapa berpuasa 15 hari dalam bulan Rajab, maka ALLAH mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan menggantikan kesemua kejahatannya dengan kebaikan dan barang siapa yang menambah (hari-hari puasa) maka ALLAH akan menambahkan pahalanya.”

Sabda Rasulullah SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM: “Pada malam Mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari ais dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya Jibril as : “Wahai Jibril untuk siapakah sungai ini?”Berkata Jibril as: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca selawat untuk engkau dibulan Rajab.”

KEUTAMAAN BULAN RAJAB

Beberapa hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menunjukkan kelebihan bulan rajab:

1.Hendaklah kamu memuliakan bulan Rajab, niscaya Allah memuliakan kamu dengan seribu kemuliaan di hari Qiamat.

2.Bulan Rajab bulan Allah, bulan Sya’ban bulanku, dan bulan Ramadhan bulan umatku.

3.Kemuliaan Rajab dengan malam Isra’ Mi’rajnya, Sya’ban dengan malam nisfunya dan Ramadhan dengan Lailatul-Qadarnya.

4.Puasa sehari dalam bulan Rajab mendapat syurga yang tertinggi (Firdaus).Puasa dua hari dilipatgandakan pahalanya.

5.Puasa 3 hari pada bulan Rajab, dijadikan parit yang panjang yang menghalangnya ke neraka (panjangnya setahun perjalanan).

6.Puasa 7 hari pada bulan Rajab, ditutup daripadanya 7 pintu neraka.

7.Puasa 16 hari pada bulan Rajab akan dapat melihat wajah Allah di dalam syurga, dan menjadi orang yang pertama menziarahi Allah dalam syurga.

8.Kelebihan bulan Rajab dari segala bulan ialah seperti kelebihan Al-Quran keatas semua kalam (perkataan).

9.Puasa sehari dalam bulan Rajab seumpama puasa empat puluh tahun dan iberi
minum air dari syurga.

10.Bulan Rajab Syahrullah (bulan Allah), diampunkan dosa orang-orang yang meminta ampun dan bertaubat kepada-Nya. Puasa dalam bulan Rajab, wajib bagi yang ber puasa itua.Diampunkan dosa-dosanya yang lalu. Dipelihara Allah umurnya yang tinggal.Terlepas daripada dahaga di akhirat.

11.Puasa pada awal Rajab, pertengahannya dan pada akhirnya, seperti puasa sebulan pahalanya.

12.Siapa bersedekah dalam bulan Rajab, seperti bersedekah seribu dinar,dituliskan kepadanya pada setiap helai bulu roma jasadnya seribu kebajikan, diangkat seribu derjat, dihapus seribu kejahatan -

“Dan barang siapa berpuasa pada tgl 27 Rajab/ Isra Mi’raj akan mendapat pahala seperti 5 tahun berpuasa.”

- “Barang siapa yang berpuasa dua hari di bulan Rajab akan mendapat kemuliaan di sisi ALLAH SUBHANAHU WA TA’AALA.”

“Barang siapa yang berpuasa tiga hari yaitu pada tgl 1, 2, dan 3 Rajab, maka ALLAH akan memberikan pahala seperti 900 tahun berpuasa dan menyelamatkannya dari bahaya dunia, dan siksa akhirat.”

- “Barang siapa berpuasa lima hari dalam bulan ini, permintaannya akan dikabulkan.”

- “Barang siapa berpuasa tujuh hari dalam bulan ini, maka ditutupkan tujuh pintu neraka Jahanam dan barang siapa berpuasa delapan hari maka akan dibukakan delapan pintu syurga.”

- “Barang siapa berpuasa lima belas hari dalam bulan ini, maka ALLAH akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan menggantikan kesemua kejahatannya dengan kebaikan, dan barang siapa yang menambah(hari-hari puasa) maka ALLAH akan menambahkan pahalanya.”

Sabda Rasulullah SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM lagi : “Pada malam Mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.:

“Wahai Jibril untuk siapakah sungai ini ?”

Maka berkata Jibrilb a.s.:

“Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca sholawat untuk engkau dibulan Rajab ini”.

Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita : “Ketika kami berjalan bersama-sama Rasulullah SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM melalui sebuah kubur, lalu Rasulullah berhenti dan beliau menangis dengan amat sedih, kemudian beliau berdoa kepada ALLAH SUBHANAHU WA TA’AALA.
Lalu saya bertanya kepada beliau:

“Ya Rasulullah mengapakah engkau menangis?”
Lalu beliau bersabda :
“Wahai Tsauban, mereka itu sedang disiksa dalam kuburnya, dan saya berdoa kepada ALLAH, lalu ALLAH meringankan siksa ke atas mereka”. Sabda beliau lagi: “Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya mereka ini mau berpuasa satu hari dan beribadah satu malam saja di bulan Rajab niscaya mereka tidak akan disiksa di dalam kubur”.
Tsauban bertanya:

“Ya Rasulullah, apakah hanya berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rajab sudah dapat mengelakkan dari siksa kubur?” Sabda beliau: “Wahai Tsauban, demi ALLAH Zat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan sholat malam sekali dalam bulan Rajab dengan niat karena ALLAH, kecuali ALLAH mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan sholat malam satu tahun.”

Sabda beliau lagi:
“Sesungguhnya Rajab adalah bulan ALLAH, Sya’ban adalah bulan aku dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku”. “Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para nabi, keluarga nabi dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab, Sya’ban dan bulan Ramadhan. Maka sesungguhnya mereka kenyang, serta tidak akan merasa lapar dan haus bagi mereka.”

Satu lagi hadist yang cikup menggetarkan hati, Rasulullah bersabda :

“Apa bila datanghari kiamat berserulah malaikat ‘Dimanakah orang orang yang suka menghormati bulan Rajab?’ lalu keluarlah sebuah NUR dan malaikat Jibril dan Mikail ‘Alaihi salam mengikuti Nur itu, serta merta mengikutlah orang orang yang menghormati bulan Rajab, kemudian mereka melewati Sirthatal Mustaqim secepat kilat yang menyambar. Bersujudlah mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’aala karena bersyukur dapat melewati Sirath dengn selamat, lalu Allah Berfirman : “Wahai orang orang yang suka menghormati bulan rajab, angkatlah kepalamu pada hari ini, kamu telah menunaikan sujud dunia pada bulanku, sekarang berangkatlah menuju tempat tempatmu ”

Allah Subhanahu Wa ta’aala.Malaikat Jibril dan Mikail Alaihi Salam memanggil orang orang yang menghormati bulan rajab dengan RAJABIYYUUN…

Sahabat Ku,mengenai riwayat siapa dan dhoif atau tidaknya hadist diatas Wallahu’alam Bishowab..

Yang Paling penting adalah Inna a’maalu Bin Niiyah.., Niat kita berpuasa, berdzikir, juga bersholawat Nabi, semata mata hanya ingin lebih dekat lagi dengan Allah, ingin berbuat amal kebajikan se banyak banyaknya, ingin bisa memasuki surgaNya, ingin mendapat Rahmat dan Ridhonya, kalau saya pribadi ingin sekali menjadi HambaNya dipanggil RAJABIYYUUN, Insya Allah saya akan memakai moment ini untuk lebih dekat dan dekat lagi kepada Allah….

Perkara diterima atau tidaknya amal Ibadah Kita Bukanlah manusia yang menentukan, tapi itu semua adalah Hak Allah semata…

Semoga bermanfaat….

 
 

BERSUNGGUH-SUNGGUH DALAM IBADAH

BERSUNGGUH-SUNGGUH DALAM IBADAH
Bismillah, alhamdulillah ada artikel Ustadz Arief B. Iskandar yg sesuai dg bab “bersungguh-sungguh” kajian kitab Riyadlus Sholihin yg kita kaji bersama di group ISLAM DENGAN SUNNAH DAN BID’AH HASANAH, semoga bisa jadi renungan kita semua…Aamiin Allaahumma Aamiin

Tahukah kita, jantung yang ada dalam tubuh adalah alat pemompa yang amat menakjubkan. la bekerja terus tanpa henti sejak minggu ke-4 dari kehidupan manusia (di dalam rahim) hingga kernatiannya. Jika seseorang berumur 60 tahun, berarti selama itulah jantungnya tidak pernah berhenti bekerja memompa darah. Adakah pompa di dunia ini yang tahan bekerja selama 60 tahun tanpa henti?.

Jantung manusia beratnya tidak lebih dari 250 gram. la berdenyut 70 kali permenit atau 100 ribu kali perhari. la menyemprotkan darah sebanyak 5 liter permenit atau 1.5 juta gal lon pertahun—meskipun darah yang disemprotkan adalah yang itu-itu juga. Alat pemompa yang menakjubkan ini mengirimkan darah ke selaput nadi, urat syaraf, dan pembuluh darah, yang jika semua itu diletakkan secara berurutan pada sebuah garis lurus maka panjangnya bisa mencapai 60-100 ribu mil!.
Tahukah kita, Galaksi Bimasakti hanyalah salah satu galaksi (gugusan bintang) di dalam sistem tatasurya kita. Galaksi Bimasakti terdiri dari sekitar 200 miliar bintang. Para astronom memperkirakan bahwa di alam raya ini terdapat miliaran galaksi, dengan sekitar 1.000 triliun planet dan bintang. Setiap bintang atau galaksi berjalan pada orbitnya dengan kecepatan kira-kira 65.000 km perdetik. Di antara bintang-bintang itu ada yang berukuran ribuan kali besar matahari, yang jaraknya dari bumi adalah jutaan tahun cahaya. Satu tahun cahaya kira-kira 9.416 miliar km atau sekitar 10.000 tahun!. Itulah di antara tanda-tanda kemahakuasaan Allah. Itulah ayat-ayat kauniyyah-Nya. Semua ayat-ayat kauniyyah itu pada akhirnya meneguhkan klaim Allah SWT sendiri:

Tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya dengan main-main (QS al-Anbiya’ [21]: 16). Benar, Allah SWT tidak pernah bermain-main. Sebagaimana kata Einstein, Tuhan tidak sedang bermain dadu ketika menciptakan jagat raya ini. Artinya, Allah menciptakan seluruh jagad raya ini dengan sungguh-sungguh.

Allah SWT juga tentu tidak main-main ketika menurunkan ayat-ayat qawliyyah-Nya., yakni al-Quran. Al-Quran tidak lain adalah kalam (firman) Allah, Zat Yang Mahakuasa. Di dalamnya tidak secuil pun cacat-cela, yang membuktikan bahwa al-Quran— sebagaimana klaim-Nya—benar-benar berasal dari sisi-Nya:

”Tidakkah kalian memperhatikan al-Quran? Seandainya al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentu mereka bakal menjumpai banyak pertentangan di dalamnya” (QS an-Nisa’ [4]: 82).
Jika Allah tidak pernah main-main dengan ayat-ayat kauniyyah-Nya. (penciptaan alam semesta), juga dengan ayat-ayat qawliyyah-Nya. (al-Quran), kita mendapati manusia malah sering ‘bermain-main’ dan mempermainkan ayat-ayat Allah. Ketika Allah tidak pernah main-main menciptakan jagad raya ini, termasuk manusia, kita mendapati banyak manusia justru sering ‘bermain-main’ dengan kehidupannya; tidak serius dan bersungguh-sungguh menjalani tugasnya sebagai hamba Allah, yakni beribadah kepada-Nya dalam makna yang seluas-luasnya. Padahal bukankah ibadah (pengabdian kepada Allah) merupakan raison d’etre penciptaan manusia? Allah SWT berfirman:
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS adz-Dzariyat [51]: 56).

Sebagai Muslim, kita tentu patut meneladani Nabi Muhammad saw. dan para Sahabatnya, yang senantiasa menjalani kehidupan ini dengan serius dan sungguh-sungguh, tanpa pernah bermain-main; terutama dalam urusan ibadah, dakwah, dan jihad. Dalam urusan ibadah, kita tahu, Nabi Muhammad saw. adalah orang yang paling banyak melakukannya. Nabi saw. tidak pernah meninggalkan shalat malam, bahkan hingga kakinya sering bengkak-bengkak karena lamanya berdiri ketika shalat. Nabi pun orang yang paling banyak berpuasa, bahkan puasa wishal, karena begitu seringnya Beliau tidak menjumpai makanan di rumahnya. Nabi juga adalah orang yang paling banyak bertobat, tidak kurang dari 100 kali dalam sehari, padahal Beliau adalah orang yang ma ‘shum (terpelihara dari dosa) dan dijamin masuk surga.

Meski tidak sehebat Nabi saw., para Sahabat adalah orang-orang yang paling istimewa ibadahnya setelah Beliau, tidak ada yang melebihi mereka. Mereka, misalnya, adalah orang-orang yang pal ing banyak mengkhatamkan al-Quran, paling tidak sebulan sekali, bahkan ada yang kurang dari itu. Menurut Utsman bin Affan ra., banyak Sahabat yang mengkhatamkan al-Quran seminggu sekali. Mereka antara lain Abdullah bin Mas’ud, Ubay bin Kaab, dan Zaid bin Tsabit. Ustman ra. sendiri sering mengkhatamkan al-Quran hanya dalam waktu semalam. Itu sering ia lakukan dalam shalat malam.

Semua itu menunjukkan bahwa Nabi saw. dan para Sahabat adalah orang-orang yang senantiasa serius dan bersungguh-sungguh dalam urusan ibadah; mereka tidak pernah main-main.
Bagaimana dengan dakwah mereka? Jangan ditanya. Nabi saw. dan para Sahabat adalah orang-orang yang telah menjadikan dakwah sebagai jalan hidup sekaligus ‘jalan kematian’ mereka. Dengan kata lain, mereka hidup dan mati untuk dakwah. Sebagian besar usia mereka, termasuk harta dan jiwa mereka, diwakafkan di jalan dakwah demi menegakkan kalimat-kalimat Allah.

Bagaimana dengan jihad mereka? Para Sahabat, sebagaimana sering diungkap, adalah orang-orang yang mencintai kematian (di jalan Allah) sebagaimana orang-orang kafir mencintai kehidupan. Amr bin Jamuh hanyalah salah seorang Sahabat, di antara ribuan Sahabat, yang mencintai kematian itu.

Dikisahkan, ia adalah orang yang sering dihalang-halangi untuk berjihad oleh saudara-saudaranya karena kakinya pincang. Rasul pun telah membolehkan-nya untuk tidak ikut berjihad karena ‘udzur-nya. itu. Namun, karena keinginan dan kecintaannya yang luar biasa pada syahadah (mati syahid), ia terus mendesak Rasul agar mengizinkannya berperang. Akhirnya, Rasul pun mengizinkannya. Dengan penuh kegembiraan, Amr pun segera berlari menuju medan perang, berjibaku dengan gigih melawan musuh, hingga akhirnya terbunuh sebagai syahid.

Itulah secuil fragmen keseriusan dan kesungguhan salafusshalih dalam menjalani kehidupannya. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita serius dan bersungguh-sungguh dalam hidup ini? Ataukah kita masih mengisi hidup ini dengan main-main? Na’udzu billah min dzalik

alhamdulillaah ^_^

Sumber: ISLAM DENGAN SUNNAH DAN BID’AH HASANAH 2

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 18, 2010 in Aqidah & Ahlaq, Pernak-pernik

 

Download Kitab Pilihan Ahlus Sunnah wl Jama’ah

Penjelasan Tentang Fdilah Maulid Nabi

01 Saiyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq :- Download
02 Saiyidina ‘Umar Al-Khaththob :- Download
03 Saiyidina Utsman :- Download
04 Saiyidina ‘Ali :- Download
05 Hasan Al-Bashri :- Download
06 Junaid Al-Baghdadi :- Download
07 Ma’ruf Al-Karkhi :- Download
08 Fakhruddin Al-Razi :- Download
09 Imam Asy-Syafi’i :- Download
10 As-Sariyy As-Saqothi :- Download
11 As-Suyuthi :- Download
12. Ibnu Hajar Al-Haitami :- Download

Download Kitab Al-Ni’mah Al-Kubro ‘ala Al-‘Alamin fi Maulid Sayyid Walad Adam (‘Arab) :- Download Read the rest of this entry »

 

Jadwal Pengajian 26 Maret s/d 11 April 2010

RANGKAIAN ACARA MAULUD NABI BESAR MUHAMMAD SAW 1431 H
Bersama : KH MUHAMMAD MUHYIDDIN ABDUL QODIR AL MANAFI
2 MINGGU KE DEPAN

๑۩۞۩๑ ๑۩۞۩๑ ๑۩۞۩๑ ๑۩۞۩๑ ๑۩۞۩๑ ๑۩۞۩๑ ๑۩۞۩๑
=====================================

26 Maret 2010 M/10 Rabi’ul Akhir 1431 H ( JUM’AT ) :
15.00 : Rutin Pangaduan Heubeul Sumedang
20.00 : Panjalu – CIAMIS
23.00 : Pst. ASY-SYATIBIYAH ciloa Sumedang Selatan

27 Maret 2010 M/11 Rabi’ul Akhir 1431 H ( SABTU ) :
09.00 : MANASIK HAJI di PAngaduan Hebeul Sumedang
15.00 : Ketib Sumedang Utara (H. Lili Sadeli/Hj. Mamah)
20.00 : Perumahan Abdi Negara – Rancaekek BANDUNG
22.00 : RUTIN MASJID RAYA JAWA BARAT – BANDUNG
24.00 : Komplek Melong Green (H. Syarif) – BANDUNG

28 Maret 2010 M/12 Rabi’ul Akhir 1431 H ( MINGGGU ) :
15.00 : Peringatan MAulid di Pst Asy Syifaa Walmahmuddiyah Tanjungsari
20.00 : Joglo – CIANJUR
23.00 : Puncak Manis – CIANJUR

29 Maret 2010 M/13 Rabi’ul Akhir 1431 H ( SENIN ):
15.00 : Rutin di Pst Asy Syifaa Walmahmuddiyah Rancaekek
20.00 : Andir – Bale Endah BANDUNG

30 Maret 2010 M/14 Rabi’ul Akhir 1431 H ( SELASA ) :
15.00 : Rutin Pangaduan Hebeul Sumedang
20.00 : Naringgul Rancakalong Sumedang (H. Junaya)
23.00 : Cisero RAncamulya Sumedang Utara (Bp. Endang Guru)

31 Maret 2010 M/15 Rabi’ul Akhir 1431 H ( RABU ):
15.00 : Rutin di Pst Asy Syifaa Walmahmuddiyah Tanjungsari
19.00 : Rutin kitab Tanwirul Qulub di Pst Asy Syifaa Walmahmuddiyah Tanjungsari
20.00 : Linggar Jaya Cimaung Banjaran BANDUNG

01 April 2010 M/16 Rabi’ul Akhir 1431 H ( KAMIS ):
12.00 : Desa Tanjungsari Timur Kecamatan Binong SUBANG (H. Deden/Hj. Lilis)
20.00 : RUTIN MASJID AGUNG BANJARAN BANDUNG

02 April 2010 M/17 Rabi’ul Akhir 1431 H ( JUM’AT ) :
15.00 : Rutin Pangaduan Hebeul Sumedang
20.00 : Gunung Gadung Sumedang Selatan (Pak Agus BANSER)

03 April 2010 M/18 Rabi’ul Akhir 1431 H ( SABTU ) :
09.00 : Pengajian & Silaturrahmi Akbar Alumni Haji Asy Syifaa Seluruh Angkatan (Tahun 2000-2003) di Pst Tanjungsari
11.00 : SDN Cisalak Kebon Kelapa Cibolang Cisarua SUMEDANG
15.00 : Cipancar Sumedang Selatan (Ust. Isur)
20.00 : Sayang Jatinagor
23.00 : Patrol Soreang – Kab. BANDUNG

04 April 2010 M/19 Rabi’ul Akhir 1431 H ( MINGGU ) :
13.00 : PERINGATAN MAULID ASY-SYIFAA WAL MAHMUDDIYAH RANCAEKEK
20.00 : Masjid Ahariyyah Pagarsih BANDUNG
22.00 : Masjid Assalam Sukajadi BANDUNG

05 April 2010 M/20 Rabi’ul Akhir 1431 H ( SENIN ):
15.00 : Rutin di Pst Asy Syifaa Walmahmuddiyah Rancaekek
20.00 : MAsjid Baetussaa’dah Bale Endah BANDUNG

06 April 2010 M/21 Rabi’ul Akhir l 1431 H ( SELASA ):
15.00 : Rutin Pangaduan Hebeul Sumedang
20.00 : Cipangmeungpeuk Sumedang Selatan (M. Ridwan Tahu H. Ateng)

07 April 2010 M/22 Rabi’ul Akhir 1431 H ( RABU ):
12.00 : Cisalak Sumedang (Bp. Adang Kuwu)
15.00 : Rutin di Pst Asy Syifaa Walmahmuddiyah Tanjungsari
19.00 : Rutin kitab Tanwirul Qulub di Pst Asy Syifaa Walmahmuddiyah Tanjungsari
21.00 : Pamarisen Kebon Cau Sumedang Utara
23.00 : Cisero Rancamulya Sumedang Utara (Bp. Ust. Abu Wali)

08 April 2010 M/23 Rabi’ul Akhir 1431 H ( KAMIS ):
15.00 : BANDUNG
20.00 : Jagabaya BAnjaran BANDUNG
20.00 : RUTIN MASJID AGUNG SUMEDANG

09 April 2010 M/24 Rabi’ul Akhir 1431 H ( JUM’AT ) :
15.00 : Rutin Pangaduan Hebeul Sumedang
20.00 : Rancamulya Sumedang Utara

10 April 2010 M/25 Rabi’ul Akhir 1431 H ( SABTU ) :
09.00 : MANASIK HAJI di PANGADUAN HEBEUL SUMEDANG
15.00 : Cisalak SUMEDANG (Bpk. Ipan)
20.00 : Cijagra BANDUNG
23.00 : RUTIN MASJID RAYA JAWA BARAT ( masjid agung Bandung )

11 April 2010 M/26 Rabi’ul Akhir 1431 H ( MINGGU ) :
08.00 : PERINGATAN MAULID ASY-SYIFAA WAL MAHMUDDIYAH PUSAT DI SIMPANG KEC. PAMULIHAN KABUPATEN SUMEDANG (PENGGANTI ACARA MAULID DI JELEGONG BANDUNG)
20.00 : Cibatek GARUT

۩۞۩๑ ๑۩۞۩๑ ๑۩۞۩๑ ๑۩۞۩๑ ๑۩۞۩๑ ๑۩۞۩๑ ๑۩۞۩๑
=====================================

 

Sayyid Muhammad ibn Alwi al-Maliki Tentang Maulid (1)

Sayyid Muhammad ibn Alwi al-Maliki Tentang Maulid (1)

Sumber:  orgawam

Berikut kami temukan kitab terjemah dari karangan al-‘Allamah asy-Syaikh as-Sayyid Muhammad bin ‘Alwi bin Abbas bin Abdul Aziz al-Maliki al-Hasani berjudul “Holal Ihtefaal Bezikra-al Moulidin Nabawee al-Shareef”

(حول الاحتفال بذكرى المولد)

Dari sumber di sini: http://al-fanshuri.blogspot.com/

Tulisan asli di web sumber ada berjilid-jilid. Tulisan sangat panjang, maka berkonsentrasilah.

Sekitar Peringatan Maulid Nabi Yang Mulia صلى الله عليه وسلم

. Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 3, 2010 in Uncategorized

 

Sayyid Muhammad ibn Alwi al-Maliki Tentang Maulid (2)

Sayyid Muhammad ibn Alwi al-Maliki Tentang Maulid (2)

Sumber:  orgawam d

Pendapat Syaikh Ibnu Taimiyah Mengenai Maulid

Syaikh Ibnu Taymiyyah telah berkata: Kadangkala diberikan pahala kepada sebahagian manusia ketika melakukan maulid. Begitulah seperti mana yang dilakukan oleh masyarakat samada sebagai menyerupai orang Nasrani pada kelahiran Nabi Isa عليه السلام, atau karena kecintaan kepada Nabi صلى الله عليه وسلم dan membesarkan baginda صلى الله عليه وسلم . Dan Allah mungkin memberi pahala di atas kasihsayang dan kesungguhan ini, tidak karena bid’ahnya amalan ini.

Kemudian Ibnu Taimiyah berkata lagi: Ketahuilah, bahawa diantara amalan-amalan itu ada yang mengandungi kebaikan karena itu ianya disyariatkan. Ada juga amalan yang berupa bid’ah sayyiah atau seumpamanya, maka amalan ini salah dan satu penyelewengan daripada agama, seperti hal dan keadaan orang munafiq dan fasiq.

Hal ini telah dilakukan oleh ramai orang pada akhir-akhir ini. Disini saya bentangkan dua cara dari segi adab untuk mengatasinya:-

Pertama: Hendaklah kamu berpegang teguh pada sunnah Rasulullah صلى الله عليه وسلم zahir dan bathin pada diri kamu dan mereka yang taat kepada kamu. Juga hendaklah kamu taat kepada yang ma’ruf dan ingkar kepada yang mungkar.

Kedua: Hendaklah kamu menyeru manusia supaya melakukan sunnah seberapa terdaya. Dan jika terdapat orang yang melakukan demikian hendaklah kamu terus galakkan, kecuali jika ianya mendatangkan tidak baik. Jangan menyeru kepada meninggalkan yang mungkar dengan melakukan yang lebih mungkar. Jangan meninggalkan perbuatan yang wajib atau sunnah, karena dengan meninggalkannya kamu telah melakukan sesuatu yang lebih mudharat daripada melakukan yang makhruh.

Sekiranya ada bid’ah yang berunsur kebajikan, seberapa daya gantikan dengan kebajikan yang disyariatkan, karena memang tabiat manusia tidak mahu meninggalkan sesuatu kecuali ada gantinya. Hendaklah jangan kita lakukan amalan yang baik kecuali kita lakukan amalan yang sama baiknya atau yang lebih baik lagi.

Memuliakan peringatan maulid, dan sewaktu-waktu menjadikannya sebagai amalan yang adakalanya dilakukan oleh setengah orang, mendapat pahala yang besar, karena mereka mempunyai niat yang baik dan mengandungi unsur-unsur memuliakan Nabi صلى الله عليه وسلم, sebagaimana yang saya sebutkan tadi. Tetapi adakalanya amalan yang baik bagi sesetengah mu’min, dipandang buruk oleh mu’min yang lain.

Imam Ahmad pernah diberitahu bahawa seorang putera raja telah membelanjakan lebih kurang 1,000 dinar untuk sebuah al-Quran. Maka jawabnya, walaupun mahu dibelanjakan dengan emas sekalipun biarkanlah. Padahal menurut mazhab Imam Ahmad menghiasi al-Quran itu adalah makhruh.

Ada juga yang berpendapat bahawa perbelanjaan 1,000 dinar itu adalah untuk memperbaharui kertas dan tulisan. Tetapi maksud Imam ahmad masalah ini ada bercampur kebaikan dan keburukannya. Maka itu tidak digemarinya.(9)

Pendapat saya (Sayyid Muhammad ibn Alwi al-Maliki) mengenai maulid

Pendapat kita, sesungguhnya sambutan kelahiran Nabi صلى الله عليه وسلم yang mulia tidak mempunyai kaifiat yang tertentu yang perlu diikuti oleh semua orang atau cara yang kita wajibkan atas semua. Bahkan, bahawa apa sahaja yang boleh menyeru umat manusia ke arah kebaikan, mengumpulkan mereka atas petunjuk Allah, serta mendidik mereka kepada apa juga yang boleh memberi manfaat kepada agama mereka, boleh merealisasikan tujuan maulid nabi ini.

Oleh yang demikian, jika kita berkumpul dalam majlis puji-pujian ke atas Nabi صلى الله عليه وسلم yang mana padanya ada ingatan terhadap kekasih kita صلى الله عليه وسلم, keutamaan baginda, jihad baginda serta khususiat baginda, (walaupun kita tidak membaca kitab maulid yang dikenali ramai, – seperti maulid ad-daibaie dan al-barzanji – karena ada sebahagian yang menyangka bahawa majlis maulid itu tidak akan sempurna melainkan dengan membaca kitab-kitab tersebut), kemudian kita mendengar pula apa yang diperkatakan oleh para pendakwah dalam memberi peringatan dan petunjuk, serta apa yang dibacakan oleh qari’ daripada ayat-ayat Al-Qur’an.

Saya (as-Sayyid Muhammad Alwi al-Maliki) ada mengatakan: Jika kita melakukan demikian, sesungguhnya ia telah termasuk dalam lingkungan makna maulid Nabi yang mulia, dan tercapailah maksud sambutan ini, dan saya melihat ia tidak diperselisihkan oleh sesiapa jua.
.
____________________________________________________________

Catatan kaki:-

(9) Begitulah pendapat Ibnu Taymiyah yang jelas tidak mengingkari sambutan ini, walaupun beliau mengingkari apa-apa perbuatan mungkar yang ada pada sambutan ini (sama seperti fahaman kita yang telah diterangkan sebelum ini). Malah Ibnu Taymiyah menyamakan hukum sambutan ini dengan jawapan Imam Ahmad pada perbelanjaan besar untuk menghiasi mushaf. Namun demikian mereka yang mengingkari sambutan ini, akan menggunakan pendapat Ibnu Taymiyah secara umum dalam memerangi bid’ah (yang sesat – pada pandangan mereka) sambutan maulid Nabi صلى الله عليه وسلم, sambil meninggalkan apa yang dikatakan sendiri oleh Ibnu Taymiyah dalam perkara ini secara khusus. Semoga Allah memberi hidayah kepada semua.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 2, 2010 in Sejarah & Biografi, Tentang Nabi SAW

 

Sayyid Muhammad ibn Alwi al-Maliki Tentang Maulid (3)

Sayyid Muhammad ibn Alwi al-Maliki Tentang Maulid (3)

Sumber: orgawam

Berdiri ketika Sambutan Maulid Nabi

Adapun amalan berdiri pada Maulid Nabi صلى الله عليه وسلم , iaitu ketika mana disebutkan tentang keputeraan Nabi صلى الله عليه وسلم ke dunia, maka sesungguhnya sebahagian orang menyangka bahawa perbuatan adalah salah, tidak mempunyai asal (dalil) disisi ahli ilmu.

Tidak ternafi juga salah faham ini juga ada pada mereka yang menyambutnya, tetapi di kalangan mereka yang benar-benar jahil yang tidak boleh kita ambil kata-kata mereka. Salah faham ini ialah, berdiri ketika sambutan ini sebagai menyambut kedatangan baginda Nabi صلى الله عليه وسلم dengan jasad baginda yang mulia. Antara salah faham yang lebih teruk lagi ialah kononnya wangian dan air yang diletakkan di tengah-tengah majlis adalah minuman yang disediakan untuk baginda صلى الله عليه وسلم.

Sangkaan-sangkaan begini tidak patut ada pada fikiran kita ummat Islam, dan kita berlepas diri dari sangkaan buruk begini, karena hal ini dikira biadab terhadap Rasulullah. I’tiqad sebegini tidak timbul melainkan dari orang mulhid atau pendusta. Persoalan di alam barzakh tidak diketahui oleh sesiapa pun melainkan Allah.

Malah kita meyakini bahawa Rasulullah صلى الله عليه وسلم lebih sempurna dan mulia dari sangkaan kononnya baginda keluar dari kubur dengan jasad baginda yang mulia dan datang ke majlis pada waktu-waktu tertentu. Saya mengata hal ini adalah dusta serta biadab yang terbit dari orang yang benci, dengki atau atau seorang yang bodoh sombong. Namun begitu kita memang beriktiqad bahawa baginda صلى الله عليه وسلم hidup dalam kehidupan barzakh yang sempurna yang sesuai dengan kedudukan baginda.

Dan sesuai dengan hidup yang sempurna tersebut roh baginda boleh pergi ke merata tempat di alam malakut Allah, dan boleh menghadiri majlis-majlis kebajikan dan acara-acara yang dipenuhi cahaya Allah dan ilmu pengetahuan. Begitu jugalah arwah para mukminin yang sebenar.yang mengikuti baginda.

Imam Malik rahimahullahu Ta’ala pernah berkata :

بَلَغَنِيْ أَنَّ الرُّوْحَ مُرْسَلَةٌ تَذْهَبُ حَيْثُ شَاءَتْ

Artinya: Telah sampai kepadaku khabar bahawa roh dapat pergi ke mana-mana dihendaki.

Salman al-Farisi radhiyallahu ‘anhu pula berkata:

أَرْوَاحُ المُؤْمِنِيْنَ فِيْ بَرْزَخٍ مِنَ الأَرْضِ تَذْهَبُ حَيْثُ شَاءَتْ

Artinya: Roh-roh orang mukmin di alam barzakh, pergi ke mana dikehendaki. (Sebagaimana tersebut didalam kitab ar-Ruh oleh Ibn Qayyim, mukasurat 144)

Setelah engkau telah mengetahui semuanya itu, maka ketahuilah bahawa berdiri ketika sambutan maulid bukanlah wajib mahupun sunnah, dan tidak betul kita beriktiqad sedemikian. Malahan ia adalah satu harakat (gerakan) yang menggambarkan kesukaan dan kegembiraan manusia ketika mana disebutkan bahawa baginda صلى الله عليه وسلم lahir ke dunia, para pendengar dapat menggambarkan bahawa seluruh alam bergembira dan seronok dengan nikmat ini, maka mereka pun berdiri bagi menunjukkan kegembiraan ini.

Oleh itu, ia adalah masalah kebiasaan semata-mata bukan keagamaan, dan ia bukanlah ibadah, syariah atau sunnah tetapi apa yang dilakukan oleh kebiasaan manusia. Pendapat ulama tentang berdiri ketika membaca maulid Walaupun kita sebutkan sebelum ini bahawa berdiri ketika disebutkan keputeraan Nabi صلى الله عليه وسلم adalah soal kebiasaan manusia, bukanlah suatu ibadah sunnah atau wajib, terdapat juga sebahagian ulama yang memandang baik perkara ini.

Shaikh Ja’afar al-Barzanji rahimahullahu Ta’ala, yang merupakan salah seorang penyusun kitab maulid, ada mengatakan :

وقد استحسن القيام عند ذكر مولده الشريف أئمةٌ ذوو رواية ورويّه ، فطوبى لمن كان تعظيمه صلّى الله عليه وسلّم غاية مرامه ومرماه

Artinya: Adalah dipandang baik dikalangan ulama yang mempunyai riwayat dan penelitian, perbuatan berdiri ketika kisah keputeraan baginda صلى الله عليه وسلم disebutkan. Maka beruntunglah sesiapa yang melakukannya dengan tujuan untuk membesarkan Nabi صلى الله عليه وسلم.

Kami maksudkan ‘baik’ disini ialah karena harusnya hal itu dari segi zatnya, asalnya dan puji-pujian bagi Nabi صلى الله عليه وسلم yang dituntut dari mula kebangkitan itu sehingga kesudahannya. Maksud ini tidak boleh dibandingkan dengan makna yang diistilahkan pada usul fiqh.

Penuntut-penuntut ilmu yang kurang pengetahuannya pun tahu bahawa isitilah استحسن (memandang baik) itu digunakan pada perkara-perkara yang biasa difaham oleh segolongan manusia, seperti misalnya mereka berkata, “Saya dapati kitab ini baik. Perkara ini dipandang baik. Orang-orang telah menyukai perjalanan tersebut.” Maksud mereka ialah pandangan biasa dari segi bahasa. Jika tidak demikian, nescaya semua perkara-perkara itu berasal dari segi syara’, tetapi orang yang beraqal dan yang mengetahui ilmu usul fiqh tidak berkata begitu.

Beberapa Alasan Untuk Memandang Baik Berdiri Semasa Membaca Maulid

1) Kebiasaan berdiri dalam memperingati maulid pada detik-detik kisah keputeraan Rasulullah صلى الله عليه وسلم disebutkan, dilakukan oleh kaum Muslimin di perlbagai negeri, kawasan dan daerah. Para ulama di timur dan di barat juga memandangnya sebagai kebiasaan yang baik. Tujuannya tiada lain dari memuliakan, membesarkan pihak yang diperingati maulidnya, iaitu junjungan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Dan apa yang dipandang baik oleh muslimin, maka ia adalah baik di sisi Allah dan apa yang dipandang keji maka ia adalah keji di sisi Allah seperti mana yang kita telah sebutkan sebelum ini dalam hadis mauquf daripada Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.

2) Berdiri hormat bagi menghormati ahlul fadhl adalah disyariatkan dan dalil-dalil yang mentsabitkannya banyak terdapat didalam sunnah. Malah Imam Nawawi rahimahullah Ta’ala telah menyusun bab ini dalam satu bahagian tersendiri dan ia diperkuatkan lagi oleh Imam Ibn Hajar rahimahullah Ta’ala yang telah menyanggah kata-kata mereka yang menolak (iaitu Ibnu al-Haj) pendapat Imam Nawawi dalam perkara ini dalam satu kitab yang lain yang bernama: رفع الملام عن القائل باستحسان القيام

(3 Diriwayatkan dalam sebuah hadits yang muttafaq ‘alaih bahawa baginda صلى الله عليه وسلم menyeru kepada kaum Ansar :

قُوْمُوْا إِلىَ سَيِّدِكُمْ

Artinya: “Berdirilah bagi penghulu kalian”.

Perintah berdiri ini adalah sebagai menghormati dan mengagungkan Sayyidina Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, dan bukanlah karena beliau sedang sakit ketika itu.

Ini karena jika perintah ini hanya disebabkan Sayyidina Sa’ad sedang sakit, tentulah baginda akan memerintah : قوموا إلى مريضكم “berdirilah bagi menyambut orang yang sedang sakit di kalangan kalian”, dan bukannya, berdirilah bagi penghulu kalian.(10)

4) Antara petunjuk Nabi صلى الله عليه وسلم adalah baginda selalu berdiri sebagai menghormati dan menyambut sesiapa yang masuk berjumpa baginda. Ini seperti mana yang baginda lakukan sendiri ketika mana baginda berdiri menyambut puteri baginda Sayyidah Fathimah رضي الله عنها, dan menyatakan penghormatan baginda untuk beliau. Begitu juga perintah kepada kaum Ansar untuk berdiri menyambut penghulu mereka. Maka ini menunjukkan pensyariatan berdiri, dan baginda صلى الله عليه وسلم adalah yang paling berhak kita agungkan dari para sahabat tadi.(11)

5) Mungkin dikatakan bahawa penghormatan tersebut boleh jika pada masa hayat dan kehadiran baginda صلى الله عليه وسلم, dan ketika sambutan maulid ini baginda tidak hadir. Jawapannya adalah, para pembaca maulid yang mulia menggambarkan di dalam jiwa mereka hadirnya baginda صلى الله عليه وسلم.

Dan gambaran ini merupakan suatu perkara yang terpuji dan dituntut, malah mesti dilakukan setiap waktu dalam minda setiap muslim yang benar-benar beriman, bagi menyempurnakan ketaatan dan menambahkan kecintaan kepada baginda صلى الله عليه وسلم. Mereka berdiri sebagai tanda hormat dan mulia dengan gambaran yang ada pada jiwa mereka berkenaan Rasul yang agung ini, sambil merasakan kemuliaan dan keagungan kedudukan baginda. Dan ini merupakan suatu perkara yang biasa, seperti mana disebutkan sebelum ini. Malah menghadirkan demikian itu adalah suatu yang mesti bagi menambahkan rasa penghormatan kepada baginda صلى الله عليه وسلم.

____________________________________________________________

Catatan kaki:-

(10) Selain itu tentulah tidak diperintahkan semua orang berdiri bagi menyambutnya, karena cukuplah sebahagian sahaja yang berdiri menyambut orang yang sakit. Di sini jelas bahawa perintah berdiri bagi memuliakan seseorang adalah disyariatkan.]

(11) Terdapat beberapa hadits lagi yang menunjukkan bahawa baginda berdiri karena menyambut seseorang antaranya:-

قالت أم المؤمنين عائشة رضي الله عنها: قدم زيد بن حارثة المدينة والنبي صلى الله عليه وسلم في بيتي، فقرع الباب فقام إليه فاعتنقه وقبله

Artinya ( lebihkurang): Ummul Mu’minin ‘Aisyah berkata: Ketika Zaid bin Haritsah tiba ke Madinah, dan ketika itu baginda sedang berada dirumahku. Maka Zaid mengetuk pintu rumahku. Maka Nabi صلى الله عليه وسلم berdiri menyambut kedatangannya, lalu memeluk dan menciumnya.

أخرج أبو داود عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: كان والنبي صلى الله عليه وسلم يحدثنا فإذا قام قمنا إليه حتى نراه قد دخل

Artinya ( lebihkurang): Dikeluarkan oleh Abu Daud dari Abu Hurairah رضي الله عنه , katanya: Adalah Rasulullah صلى الله عليه وسلم berbicara dengan kami. Apabila baginda berdiri, maka kamipun sehingga melihat baginda telah pun masuk (ke dalam rumahnya).

و أخرج أبو داود في سننه: أن النبي صلى الله عليه وسلم كان جالسا يوما فأقبل أبوه من الرضاعة فوضع له بعض ثوبه فجلس عليه، ثم أقبلت أمه من الرضاعة فوضع لها شق ثوبه من الجانب الآخر، ثم أقبل أخوه من الرضاعة فقام فأجلسه بين يديه

Artinya ( lebihkurang): Dikeluarkan oleh Abu Daud di dalam sunannya bahawa pada suatu hari Nabi صلى الله عليه وسلم sedang duduk. Lalu datang ayah susuan baginda. Baginda membentangkan kain baginda untuknya, dan dia (ayah susuan baginda) duduk diatasnya. Kemudian datang pula ibu susuan baginda. Baginda membentangkan bahagian dari kain baginda, dan dia (ibu susuan baginda) duduk diatasnya. Setelah itu datang saudara susuan baginda, maka baginda berdiri mempersilakan duduk bersama baginda.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 2, 2010 in Sejarah & Biografi, Tentang Nabi SAW

 

Sayyid Muhammad ibn Alwi al-Maliki Tentang Maulid (6-Tamat)

Sayyid Muhammad ibn Alwi al-Maliki Tentang Maulid (6-Tamat)

Sumber:  orgawam

Sebahagian Kitab Yang Masyhur Berkenaan Maulid

Kitab-kitab yang ditulis berkenaan maulid terlalu banyak, dalam pelbagai bentuk penulisan. Di sini kita tidak akan menyebut semua kitab tersebut, tetapi kita akan menyebutkan sebahagian sahaja daripadanya, terutamanya dari pada huffazul hadits, serta para Imam, yang ada menulis kitab maulid dan terkenal pula karangan mereka ini. Cukuplah sekian banyak kitab ini menjadi pedoman kita akan keutamaan dan kemuliaan maulid Nabi ini.

Antara yang mengarang kitab-kitab tersebut adalah:

1) Al-Imam al-Muhaddis al-Hafiz Abdul Rahman bin Ali yang terkenal dengan Abulfaraj ibnul Jauzi (wafat tahun 597H), dan maulidnya yang masyhur dinamakan “Al-Arus”. Telah dicetak di Mesir berulang kali.

2) Al-Imam al-Muhaddis al-Musnid al-Hafiz Abulkhattab Umar bin Ali bin Muhammad yang terkenal dengan Ibn Dahyatilkalbi (wafat tahun 633H). Beliau mengarang maulid yang hebat yang mempunyai tahqiq yang begitu berfaedah yang dinamakan “At-Tanwir Fi Maulidil Basyirin Nadzir”

3) Al-Imam Syeikhul Qurra’ Waimamul Qiraat pada zamannya, al-Hafiz al-Muhaddis al-Musnid al-Jami’ Abulkhair Syamsuddin Muhammad bin Abdullah al-Juzuri asy-Syafi’e (wafat tahun 660H). Maulidnya dalam bentuk manuskrip berjudul “‘Urfutta’rif bilmaulidis syarif”

4) Al-Imam al-Mufti al-Muarrikh al-Muhaddis al-Hafiz ‘Imaduddin Ismail bin Umar ibn Katsir, penyusun tafsir dan kitab sejarah yang terkenal (wafat tahun 774H). Ibn Katsir telah menyusun satu maulid nabi yang telah pun diterbitkan dan ditahqiq oleh Dr Solahuddin al-Munjid.

Kemudiannya maulid ini telah ditanzimkan dan disyarahkan oleh al-’Allamah al-Faqih as-Sayyid Muhammad bin Salim bin Hafidz, Mufti Tarim, dan diberi komentar pula oleh al-Marhum al-Muhaddis as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, yang telah diterbitkan di Syria pada tahun 1387H.

5) Al-Imam al-Kabir wal’alim asy-Syahir, Hafizul Islam wa ‘Umdatul Anam, wa Marja’il Muhaddisin al-A’lam, al-Hafiz Abdul Rahim ibn Husain bin Abdul Rahman al-Misri, yang terkenal dengan al-Hafiz al-Iraqi (725H – 808H). Maulidnya yang mulia dan hebat, dinamakan “Al-Mauridul Hana” dan telah disebutkan oleh ramai huffaz seperti Ibn Fahd dan As-Suyuthi.

6) Al-Imam al-Muhaddis al-Hafiz Muhammad bin Abi Bakr bin Abdillah al-Qisi ad-Dimasyqi asy-Syafie, yang terkenal dengan al-Hafiz Ibn Nasiriddin ad-Dimasyqi (777-842H). Beliau merupakan ulamak yang membela Ibn Taymiyah malah menulis kitab bagi menjawab pertuduhan ke atas Ibn Taimiyah. Beliau telah menulis beberapa kitab maulid, antaranya:
i) “Jami’ul Atsaar Fi Maulidinnabiyil Mukhtar” dalam 3 Jilid
ii) “Al-Lafdzurra’iq Fi Maulid Khairil Khalaiq” – berbentuk ringkasan. iii) “Maurid As-Sabiy Fi Maulid Al-Hadi”

7) Al-Imam al-Muarrikh al-Kabir wal Hafiz asy-Syahir Muhammad bin Abdul Rahman al-Qahiri yang terkenal dengan al-Hafiz as-Sakhawi (831-902H) yang mengarang kitab Addiyaullami’ dan kitab-kitab lain yang berfaedah. Beliau telah menyusun maulid Nabi dan dinamakan “Al-Fakhrul ‘Alawi Fi al-Maulid an-Nabawi” (Disebutkannya dalam kitab ad-Diyaullami’, Juzuk 8, halaman 18).

8 ) Al-Allamah al-Faqih ss-Sayyid Ali Zainal Abidin as-Samhudi al-Hasani, pakar sejarah dari Madinah al-Munawarrah (wafat tahun 911H). Maulidnya yang ringkas (sekitar 30 muka surat) dinamakan “Al-Mawarid Al-Haniyah Fi Maulid Khairil Bariyyah”. Kitab ini dalam tulisan khat nasakh yang cantik dan boleh didapati di perpustakaan-perpustakaan di Madinah, Mesir dan Turki.

9) Al-Hafiz Wajihuddin Abdul Rahman bin Ali bin Muhammad asy-Syaibani al-Yamani az-Zabidi asy-Syafie, yang terkenal dengan Ibn Daibai’e. beliau dilahirkan pada bulan Muharram 866H, dan meninggal dunia pada hari Jumaat, 12 Rejab 944H. Beliau merupakan salah seorang Imam pada zaman beliau, dan merupakan kemuncak masyaikhul hadits. Beliau telah meriwayatkan hadits-hadits al-Bukhari lebih seratus kali, dan membacanya sekali dalam masa enam hari. Beliau telah menyusun maulid yang amat masyhur dan dibaca di merata dunia (maulid daibaie). Maulid ini juga telah ditahqiq, diberi komentar serta ditakhrijkan haditsnya oleh al-Marhum al-Muhaddits as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki.

10) Al-’Allamah al-Faqih al-Hujjah Syihabuddin Ahmad ibn Hajar al-Haitami (wafat tahun 974H). Beliau merupakan mufti Mazhab Syafie di Makkah al-Mukarramah. Beliau telah mengarang maulid yang sederhana (71 mukasurat) dengan tulisan khat naskh yang jelas yang boleh didapati di Mesir dan Turki. Beliau namakannya “Itmamun Ni’mah ‘Alal ‘Alam Bimaulid Saiyidi Waladi Adam”. Selain itu beliau juga menulis satu lagi maulid yang ringkas, yang telah diterbitkan di Mesir dengan nama “An-Ni’matul Kubra ‘Alal ‘Alam Fi Maulid Saiyidi Waladi Adam”.

As-Syeikh Ibrahim al-Bajuri pula telah mensyarahkannya dalam bentuk hasyiah dan dinamakannya : “Tuhfatul Basyar ‘ala Maulid Ibn Hajar”

11) Al-’Allamah al-Faqih asy-Syaikh Muhammad bin Ahmad ys-Syarbini al-Khatib (wafat tahun 977H). Maulidnya dalam bentuk manuskrip sebanyak 50 halaman, dengan tulisan yang kecil tetapi boleh dibaca.

12) Al-’Allamah al-Muhaddits al-Musnid al-Faqih asy-Syaikh Nuruddin Ali bin Sultan al-Harawi, yang terkenal dengan al-Mulla Ali al-Qari (wafat tahun 1014H) yang mensyarahkan kitab al-Misykat. Beliau telah mengarang maulid dengan judul “Al-Maulidurrawi Fil Maulidin Nabawi”. Kitab ini juga telah ditahqiq dan diberi komentar oleh al-Marhum al-Muhaddits as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, dan dicetak di Matba’ah As-Sa’adah Mesir tahun 1400H/1980M.

13) Al-’Allamah al-Muhaddits al-Musnid as-Sayyid Ja’far bin Hasan bin Abdil Karim al-Barzanji, Mufti Mazhab As-Syafi’e di Madinah al-Munawarah (khilaf pada tahun wafatnya, 1177H atau 1184H). Beliau merupakan penyusun maulid yang termasyhur yang digelar Maulid al-Barzanji. Sebahagian ulama menyatakan nama sebenar kitab ini ialah “‘Aqdul Jauhar Fi Maulidin Nabiyil Azhar”. Maulid ini merupakan maulid yang termasyhur dan paling luas tersebar di negara-negara Arab dan Islam, di timur dan barat. Malah dihafal dan dibaca oleh orang Arab dan ‘Ajam pada perhimpunan-perhimpunan mereka yang berbentuk kemasyarakatan dan keagamaan.

14) Al-’Allamah Abul Barakat Ahmad bin Muhammad bin Ahmad al-’Adawi yang terkenal dengan ad-Dardir (wafat tahun 1201H). Maulidnya yang ringkas telah dicetak di Mesir dan terdapat hasyiah yang luas padanya oleh Syeikul Islam di Mesir, al-Allamah As-Syeikh Ibrahim bin Muhammad bin Ahmad al-Baijuri atau al-Bajuri (wafat tahun 1277H).

15) Al-’Allamah asy-Syeikh Abdul Hadi Naja al-Abyari Al-Misri (wafat tahun 1305H). Maulidnya yang ringkas dalam bentuk manuskrip.

16) Al-Imam al-’Arifbillah al-Muhaddits al-Musnid as-Sayyid asy-Syarif Muhammad bin Ja’far al-Kattani al-Hasani (wafat tahun 1345H). Maulidnya berjudul (Al-Yumnu Wal-Is’ad Bimaulid Kharil ‘Ibad” dalam 60 halaman, telah diterbitkan di Maghribi pada tahun 1345H.

17) Al-’Allamah al-Muhaqqiq asy-Syeikh Yusuf an-Nabhani (wafat tahun 1350H). Maulidnya dalam bentuk susunan bait dinamakan “Jawahirun Nazmul Badi’ Fi Maulidis Syafi’” diterbitkan di Beirut berulangkali.

Begitulah sebahagian daripada kitab-kitab maulid yang telah disusun oleh para ulamak ummat Islam yang terkenal. Kebanyakan maulid yang ada hari ini dikarang oleh para huffaz, muhaddisin dan ulamak yang masyhur. Cukuplah bagi kita melihat betapa maulid ini begitu dimuliakan oleh para ulamak silam, tetapi cuba diingkari oleh mereka yang mengaku cerdik pandai dalam agama di zaman ini.

نسأل الله سبحانه و تعالى تمامها وظهورها و أن يجعلها خالصة لوجهه الكريم
وصلى الله وسلم وبارك على يسدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

- TAMAT TERJEMAHAN-

Penutup

Semoga terjemahan ini memberi gambaran sebenar yang jelas serta kefahaman yang jitu kepada para pembaca tentang persoalan menyambut maulid Nabi صلى الله عليه وسلم . Usahlah terpedaya kepada mereka yang menentang akan sambutan ini. Saya, Abu Zahrah mengucapkan jutaan terimakasih kepada al-Fadhil Ustaz Sayyid Abdul Kadir al-Joofre karena mengizinkan saya untuk menggunakan sebahagian daripada terjemahannya serta membuat pengolahan. Dan semoga Allah merahmati dan memberkati penulis asal kitab iaitu al-Marhum al-Muhaddits as-Sayyid Muhammad bin Alawi bin ‘Abbas bin ‘Abdul Aziz al-Maliki al-Makki al-Hasani.
اللهم انشرنفحات الرضوان عليه وإمدنا بالأسرار التي أودعتهالديه. اللهم صل وسلم على جده النبي الأمين سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
InsyaAllah kita akan menyambut maulid dalam waktu terdekat, oleh itu marilah menghadiri sambutan maulid di masjid, surau, balairaya atau dimana sahaja – hayatilah sirah yang dibaca, jiwailah shalawat yang dialunkan, fahamilah tazkirah yang disampaikan, karena ia akan menyuburkan serta menambahkan lagi rasa kasih serta cinta kita kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم .- jiwa kita akan lebih bertenaga untuk terus mengikuti segala ajarannya, jejak langkahnya dalam rangka kita mentaati Allah setiap detik dan ketika.

وصلى الله على خير خلقه سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
-Abu Zahrah-

 
 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 47 pengikut lainnya.