RSS

Ziarah Kubur dalam Pandangan Ahlus-Sunnah

28 Apr

Ziarah kubur adalah mendatangi kuburan dengan tujuan untuk mendoakan ahli kubur dan sebagai pelajaran (ibrah) bagi peziarah bahwa tidak lama lagi juga akan menyusul menghuni kuburan sehingga dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah swt.
Ketahuilah berdoa di kuburan pun adalah sunnah Rasulullah saw, beliau saw bersalam dan berdoa di Pekuburan Baqi’, dan berkali kali beliau saw melakukannya, demikian diriwayatkan dalam shahihain Bukhari dan Muslim, dan beliau saw bersabda : “Dulu aku pernah melarang kalian menziarahi kuburan, maka sekarang ziarahlah”. (Shahih Muslim hadits no.977 dan 1977)


Dan Rasulullah saw memerintahkan kita untuk mengucapkan salam untuk ahli kubur dengan ucapan “Assalaamu alaikum Ahliddiyaar minalmu’minin walmuslimin, wa Innaa Insya Allah Lalaahiquun, As’alullah lana wa lakumul’aafiah..” (Salam sejahtera atas kalian wahai penduduk penduduk dari Mukminin dan Muslimin, Semoga kasih sayang Allah atas yg terdahulu dan yang akan datang, dan Sungguh Kami Insya Allah akan menyusul kalian) (Shahih Muslim hadits no 974, 975, 976). Hadits ini menjelaskan bahwa Rasulullah saw bersalam pada Ahli Kubur dan mengajak mereka berbincang-bincang dengan ucapan “Sungguh Kami Insya Allah akan menyusul kalian”.

Rasul saw berbicara kepada yg mati sebagaimana selepas perang Badr, Rasul saw mengunjungi mayat mayat orang kafir, lalu Rasulullah saw berkata : “wahai Abu Jahal bin Hisyam, wahai Umayyah bin Khalf, wahai ‘Utbah bin Rabi’, wahai syaibah bin rabi’ah, bukankah kalian telah dapatkan apa yg dijanjikan Allah pada kalian…?!, sungguh aku telah menemukan janji tuhanku benar..!”, maka berkatalah Umar bin Khattab ra : “wahai rasulullah.., kau berbicara pada bangkai, dan bagaimana mereka mendengar ucapanmu?”, Rasul saw menjawab : “Demi (Allah) Yang diriku dalam genggamannya, engkau tak lebih mendengar dari mereka (engkau dan mereka sama sama mendengarku), akan tetapi mereka tak mampu menjawab” (shahih Muslim hadits no.6498).

Makna ayat : “Sungguh Engkau tak akan didengar oleh yg telah mati”.
Berkata Imam Qurtubi dalam tafsirnya makna ayat ini bahwa yg dimaksud orang yg telah mati adalah orang kafir yg telah mati hatinya dg kekufuran, dan Imam Qurtubi menukil hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim bahwa Rasul saw berbicara dengan orang mati dari kafir Quraisy yg terbunuh di perang Badr. (Tafsir Qurtubi Juz 13 hal 232).

Berkata Imam Attabari rahimahullah dalam tafsirnya bahwa makna ayat itu : bahwa engkaua wahai Muhammad tak akan bisa memberikan kefahaman kepada orang yg telah dikunci Allah untuk tak memahami (Tafsir Imam Attabari Juz 20 hal 12, Juz 21 hal 55, )

Berkata Imam Ibn katsir rahimahullah dalam tafsirnya : “walaupun ada perbedaan pendapat tentang makna ucapan Rasul saw pada mayat mayat orang kafir pada peristiwa Badr, namun yg paling shahih diantara pendapat para ulama adalah riwayat Abdullah bin Umar ra dari riwayat riwayat shahih yg masyhur dengan berbagai riwayat, diantaranya riwayat yg paling masyhur adalah riwayat Ibn Abdilbarr yg menshahihkan riwayat ini dari Ibn Abbas ra dg riwayat Marfu’ bahwa : “tiadalah seseorang berziarah ke makam saudara uslimnya didunia, terkecuali Allah datangkan ruhnya hingga menjawab salamnya”, dan hal ini dikuatkan dengan dalil shahih (riwayat shahihain) bahwa Rasul saw memerintahkan mengucapkan salam pada ahlilkubur, dan salam hanyalaha diucapkan pada yg hidup, dan salam hanya diucapkan pada yg hidup dan berakal dan mendengar, maka kalau bukan karena riwayat ini maka mereka (ahlil kubur) adalah sama dengan batu dan benda mati lainnya. Dan para salaf bersatu dalam satu pendapat tanpa ikhtilaf akan hal ini, dan telah muncul riwayat yg mutawatir (riwayat yg sangat banyak) dari mereka, bahwa Mayyit bergembira dengan kedatangan orang yg hidup ke kuburnya”. Selesai ucapan Imam Ibn Katsir (Tafsir Imam Ibn Katsir Juz 3 hal 439).

Rasul saw bertanya2 tentang seorang wanita yg biasa berkhidmat di masjid, berkata para sahabat bahwa ia telah wafat, maka rasul saw bertanya : “mengapa kalian tak mengabarkan padaku?, tunjukkan padaku kuburnya” seraya datang ke kuburnya dan menyolatkannya, lalu beliau saw bersabda : “Pemakaman ini penuh dengan kegelapan (siksaan), lalu Allah menerangi pekuburan ini dengan shalatku pada mereka” (shahih Muslim hadits no.956)

Abdullah bin Umar ra bila datang dari perjalanan dan tiba di Madinah maka ia segera masuk masjid dan mendatangi Kubur Nabi saw seraya berucap : Assalamualaika Yaa Rasulallah, Assalamualaika Yaa Ababakar, Assalamualaika Ya Abataah (wahai ayahku)”. (Sunan Imam Baihaqi Alkubra hadits no.10051)

Berkata Abdullah bin Dinar ra : Kulihat Abdullah bin Umar ra berdiri di kubur Nabi saw dan bersalam pada Nabi saw lalu berdoa, lalu bersalam pada Abubakar dan Umar ra” (Sunan Imam Baihaqiy ALkubra hadits no.10052)
Sabda Rasulullah saw : Barangsiapa yg pergi haji, lalu menziarahi kuburku setelah aku wafat, maka sama saja dengan mengunjungiku saat aku hidup (Sunan Imam Baihaqiy Alkubra hadits no.10054).

Dan masih banyak lagi kejelasan dan memang tak pernah ada yg mengingkari ziarah kubur sejak Zaman Rasul saw hingga kini selama 14 abad (seribu empat ratus tahun lebih semua muslimin berziarah kubur, berdoa, bertawassul, bersalam dll tanpa ada yg mengharamkannya apalagi mengatakan musyrik kepada yg berziarah, hanya kini saja muncul dari kejahilan dan kerendahan pemahaman atas syariah, munculnya pengingkaran atas hal hal mulia ini yg hanya akan menipu orang awam, karena hujjah hujjah mereka Batil dan lemah.

Dan mengenai berdoa dikuburan sungguh hal ini adalah perbuatan sahabat radhiyallahu’anhu sebagaimana riwayat diatas bahwa Ibn Umar ra berdoa dimakam Rasul saw, dan memang seluruh permukaan Bumi adalah milik Allah swt, boleh berdoa kepada Allah dimanapun, bahkan di toilet sekalipun boleh berdoa, lalu dimanakah dalilnya yg mengharamkan doa di kuburan?, sungguh yg mengharamkan doa dikuburan adalah orang yg dangkal pemahamannya, karena doa boleh saja diseluruh muka bumi ini tanpa kecuali.

Walillahittaufiq

Sumber: Majelis Rasululla SAW

Fatwa-fatwa para pembesar mazhab Hanbali

1. Syeikh Abu Muhammad ibnu Qudamah al Hanbali –penulis kitab al Mughni

Syeikh Abu Muhammad Muwaffaquddin Abdullah bin Qudamah al Hanbali- Imam dan pemuka mazhab Hanbali di masanya- berkata dalam kitabnya al- Mughni, 3/556, ‘Dan di istihabkan (disunnahkan) menziarai makan Nabi saw. atas dasar riwayat ad Dâruquthni dari Ibnu Umar, ia berkata, ‘Rasulullah saw. bersabda:

“Siapa yang menunaikan ibadah haji lalu menziarai kuburanku setelah kematianku maka seakan ia menziaraiku di kala hidupku.”

Dalam riwayat lain:

مَنْ َزَارَ قبْرِيْ وجَبَتْ لَهُ شفاعَتِيْ.

“Siapa yang menziarai kuburanku maka tetap baginya syafa’atku.”

Dengan redaksi pertama, ia meriwayatkannya dari Sa’id, ia berkata, ‘Hafsh bin Sulaiman menyampaikan hadis kepadaku dari Laits dari Mujahid dari Ibnu Umar. Ahmad berkata dalam riwayat Abdullah dari Yazid bin Qasîth dari Abu Hurairah, bahwa Nabi saw. bersabda:

مَا مِنْ أحَدٍ يُسَلِّمُ عَلَيَّ عند قبْرِيْ إلاَّ رَدَّ اللهُ عليَّ روحِيْ حتَّى أّرُدَّ عليهِ السلامَ.

“Tiada seorang yang mengucapkan salam kepadaku di sisi kuburanku melainkan Allah akan mengembalikan ruhku sehingga aku menjawab salamnya.”

…. Telah diriwayatkan dari al Utbi bahwa ia berkata, “Aku duduk di sisi pusara Nabi saw., lalu datanglah seorang Arab dusun seraya berkata, ‘Salam atasmu wahai Rasulullah. Aku mendengar Allah berfrirman, “Sesungguhnya Jikalau mereka ketika Menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS.4;64) Wahai Rasulullah, aku datang menghadapmu dengan memohon ampunan atas dosaku, meminta syafa’atmu menuju Tuhanku! Kemudian orang itu menggubah bait-bait syair:

Wahai sebaik-baik yang dikebumikan tulang-tulangnya di area ini… maka menjadi harumlah area ini dan dataran-dataran sekiratnya.

Jiwaku adalah tebusan bagi kuburan yang engkau adalah penghuninya… di dalamnya terdapat harga diri, kedrmawanan dan kemuliaan.

Kemudian orang itu pergi, dan akupun tertidur. Dalam tidurku aku mimpi berjumpa dengan baginda Nabi saw., beliau berkata kepadaku, ‘Hai Utbi kejarlah orang Arab dusun, dan berita gembirakan ia bahwa Allah telah mengampuninya.”

Allah Akbar, betapa mulianya kedudukanmu wahai Rasulullah saw. di sisi Allah! Kendati kita tidak ditakdirkan hidup sezaman dengan beliau, semoga kita dikeruniai kesempatan untuk bermanja-manja dengan baginda Rasululah saw. di sisi pusara suci beliau dan mendapat berkah beliau dengan diampuninya semua doso-dosa kita. Amîn.

2. Syeikh Abul Faraj bin Qudamah al Hanbali-penulis kitab asy Syarhu al Kabir

Syeikh Syamsuddin Abul faraj Abdurrahman bin Qudamah al Hanbali dalam kitab asy Syarhu al Kabir-nya, 3/495 menerangkan:

(Masalah): Jika selesai dari menunaikan ibadah haji, diistihbabkan menziarai kuburan nabi saw. dan kburan kedua teman beliau ra. … (Setelah itu beliau menyebutkan redaksi salam yang baik untuk diucapkan kepada Nabi saw., di antaranya beliau mengatakan): Ya Allah, Engkau telah berfirman, dan firman-Mu adalah haq,”Sesungguhnya Jikalau mereka ketika Menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS.4;64) Dan aku datang kepadamu dengan memohon ampunan dari dosa-dosaku, meminta syafa’atmu menuju Tuhanku. Ya Allah, aku memohon kepadamu agar Engkau mengabulkan bagiku ampunan, seperti Engkau mengabulkan bagi yang mendatangi Nabi-MU di masa hidupnya. Ya Allah jadikan beliau pertama pemberi syafa’at, paling sukses permohonannya dan paling mulianya makhluk terdahulu dan akhir. Dengan rahmat-Mu wahai Zat Yang Paling Berbelas kasih.

Selain fatwa dua ulama besar Hanabilah di atas masih banyak lainnya. Setelahnya Al Allamah As Sayyid Muhammad bin Alawi juga menyebutkan qasidah Ibnu al- Qayyim al Jauziah, pada akhir bait qasidah disebutkan:

Inilah ziarahnya orang yang senantiasa berpegang teguh dengan Syari’at Islam dan imam…

Ia adalah paling afdhalnya amal perbuatan dalam mizan kelak di hari mahsyar.

Setelahnya, Abuya berkomentar, “Perhatikan ucapan beliau di atas Ia adalah paling afdhalnya amal perbuatan…. Dan Allah telah membutakan mata hati sebagian orang sehingga tidak membacanya dan ia mengingkarinya.

(Sumber Mafâhim Yajibu an Tushahha: – Sayyidina Ustadz Al Allamah Doktor Muhammad Alawi Al Maliki rh: 190-191 dan203, cet. Dar al Insân, Kairo, thn.1405 H/1985M ).

About these ads
 

14 responses to “Ziarah Kubur dalam Pandangan Ahlus-Sunnah

  1. iman

    Maret 16, 2009 at 12:03 pm

    assalamu’alaikum nepangkeun abdi Iman ti sukamenak,dengan adanya situs asy syifa ini semoga kita dapat memper erat tali silaturahmi.amiin!

     
  2. The_Mazrury

    April 8, 2009 at 5:57 am

    Asslamlaikum.wr.wb
    Saya bersyukur bisa baca banyak ilmu dari blog asyifa ini semoga Allah memberi kita aemua Ilmu yang bermanfaat..
    Saya mau minta izin unuk mengcopy Link blog AsySyifaa..
    jzakumullau ahsanul jaza……

     
  3. Hendi Cahyadi

    Februari 4, 2010 at 10:13 am

    Ass ust. mksh ats materinya gratis lg. kbtulan sy lg butuh untuk cermh mngguan. semg diblas Allah Swt dgn lipt gnda. Amiiiiin Hendi Cahyadi permata biru cinunuk bandung. 085222965092

     
  4. Hendi Cahyadi

    Februari 4, 2010 at 10:15 am

    Oh ya ust. sy prlu materi ushlu fiqh nie tp yg dalam bgt dari mlai mabadi sampai materi pendalam as: nasikh, isti’arah, ya bagian ilmua balaghah ya.

     
  5. Asy-Syifa

    Februari 5, 2010 at 3:22 am

    Wlkm slm
    Aamiin, Syukron do’anya, semoga juga Sdr Hendi mendapatkan Ilmu yg luas & bermanfaat. Utk Mslh Ushul Fiqh penjelasannya cukup panjang, banyak sekali ktb2 yg sudah disusun Ulama kita, yg sering dibahas di pesantren2 semisal Warokot, kitab dari segi ukuran/halaman kecil tp Insya Alloh isinya padat…Juga yg lbh kumplit Ktb Jam’ul Jawami’ silahkan Sdr. Hendi merujuk k ktb2 tsb.

     
  6. zein malang

    Maret 17, 2010 at 6:11 am

    بارك الله فيكم ، وشكر الله سعيكم ، ورزقك علما نافعا لإحياء سنة سيد ولد عدنان

     
  7. Asy-Syifa

    Maret 17, 2010 at 7:04 am

    Amiin…!

     
  8. Jang Mohan

    Maret 17, 2010 at 11:35 am

    Aww,, ana dulu waktu dagang di pasar sumedang sering di ajak ziarah kubur sama teman ke dayeuh luhur.. waktu itu ana lihat banyak peziarah yang nangis2 dan minta2 ke kuburan di sana.. tapi sebelumnya ana nanya sama pa kuncennya,, apa benar di sana di kubur pangeran yang di sebut2 itu? di bilang cuma perkiraan aja.. tidak pasti.. cuma ada tanda2 kl disana ada barang2 berseja rah punya pangeran tersebut. yang ana mo tanyakan,, dari uraian di atas semua menyebutkan keutamaan ziarah kubur dan mendoakan ahli kubur,, tapi dalam kenyataannya banyak orang muslim justru minta5x ke kuburan tsb.. pulangnya bawa air,, dan niatnya saja sudah salah.. coba pa ustad kl ada waktu nyamar dan pergi ke sana,dengar rintihan2 orang yang ke kuburan2 wali maupun pangeran2.. maka kita akan mendengar rintihan yang seharusnya rintihan itu di tujukan ke Allah SWT,, kenapa ke orang yang sdh wafat.. orang yang sdh wafat itu mereka menunggu doa dr orang yg masih hidup, bukan yang hidup malah minta2 ke orang yang sudah wafat..semoga dalil2 di atas kita pahami benar2, sehingga kita tidak salah langkah, mengingat tidak semua saudara kita orang islam sama pemahamannya dalam islam.dan juga semoga para tuan guru2 yang terhormat tidak bosan2 nya dalam memberikan bimbingan dan nasehatnya kepada kami2 yang masih lemah, baik dalam memahami materi maupun dlm praktek ibadahnya.. minta izin mengcopi paste. dan menyebarkannya pada teman2.. jazakallahukhoiron kasir. http://www..

     
  9. Asy-Syifa

    Maret 18, 2010 at 3:20 am

    Terima kasih atac commentnya.

    Memang kadang demikian kenyataan yg kita lihat, bukan berarti Ulama berdiam diri & membiarkan hal2 yg tdk sesuai dgn syariat tsb, akan tetapi objek dakwah sangatlah luas dan komplek juga memerlukan proses, sedangkan “Ulama” sangatlah jarang. sekolah2 umum & Perguruan tinggi umum lebih diminati dibanding Pesantren. Semakin hari semakin berkurang jumlah “Ulama Akhirat”. Inilah tugas kita, anda & Umat Islam. Smoga Umat diberikan keterbukaan utk mw menimba Ilmu2 Agama…! AaMiin!

     
  10. ahmad junaidi

    Juli 13, 2012 at 2:47 pm

    alhamdulillah banyak ‘ilmu yang saya dapat dari blog asy-syifa.syukron katsir…jazakumulloha khoiron katsiron…

     
    • Asy-Syifa

      Juli 16, 2012 at 8:32 am

      Amin, smoga bermanfaat & dijadikan amal soleh li wajhiLlah.

       
  11. sahrul efendi

    Agustus 2, 2012 at 7:06 am

    aslamu alaikum . mau tanya nih
    apakah boleh mengirimkan / membacakan surah alfatiha kepada orang yang meninggal di kuburan…….?

     
    • Asy-Syifa

      Agustus 2, 2012 at 8:49 am

      Wa ‘alaikum slm Wr. Wb.
      Sebenarnya peryanyaan tsb sdh terjawab di posting di atas. Dalilnya sangat banyak, diantaranya:

      Hadits Ibnu Abbas yang dikeluarkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melewati dua buah kuburan, lalu Nabi mengabarkan bahwa penghuni kuburan tersebut sedang di ‘adzab, kemudian beliau mengambil pelepah kurma dan menyobeknya menjadi dua, lalu menanamkannya pada dua kuburan tadi, beliau bersabda: “Semoga diringankan adzabnya selama kedua pelepah itu belum kering”

      Imam An-Nawawi mengatakan bahwa hadits ini adalah dalil yang menunjukkan bolehnya membaca Alquran di sisi kuburan, karena menurut beliau apabila diharapkan adzabnya diringankan karena tasbihnya pelepah, maka membaca Alquran lebih utama lagi. (Syarah Shahih Muslim, 3/202).

      Dalil keutamaan surat Al-Fatihah
      1.Dari Abi Said Rafi’ bin Al Mu’alla ra. berkata: Rasulullah saw. berkata kepadaku, “Mahukah aku ajarkan kepadamu surat yang paling agung dalam Al-Qur’an, sebelum kamu keluar dari masjid?” Lalu beliau memegang tanganku, dan ketika kami hendak keluar aku bertanya, “Ya Rasulullah, engkau berkata bahwa engkau akan mengajarkanku surat yang paling agung dalam (Al-QUR’AN ), ia adalah tujuh ayat yang dibaca pada setiap shalat, ia adalah( Al FAATIHAH ) yang agung yang diberikan kepadaku.”(Diriwayatkan oleh Imam Bukhari)

      2.Dari Ibnu Abbas ra. berkata: Ketika Jibril a.s. sedang duduk di sisi Nabi saw. baginda mendengar suara dari atas, lalu beliau mendongakkan kepala dan bersabda, “Ini adalah pintu langit yang dibuka pada hari ini dan yang dibuka pada hari ini dan tidak pernah dibuka kecuali hari ini.” Lalu turun malaikat dari pintu tersebut, kemudian beliau bersabda, “Ini adalah malaikat yang turun ke bumi dan dia tidak pernah turun kecuali hari ini.” Lalu dia (malaikat) memberi salam seraya berkata, “Aku membawa berita gembira dengan dua cahaya yang diturunkan kepada engkau dan tidak pernah diberikan kepada nabi sebelummu, yaitu: Surat Al Faatihah dan beberapa ayat terakhir Surat Al-Baqarah, tidaklah kamu membaca satu huruf daripadanya kecuali kamu mendapat karunia.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim)

      dsb.
      WaLlohu a’lam.
      NB: Dalil yg lebih rinci: http://salafytobat.wordpress.com/2008/11/02/bab-5-dalil-ziarah-kubur-tahlil-talqin-hadiah-amalan-kuburan/

       
      • umar baginda sholeh

        Februari 10, 2013 at 7:54 pm

        semoga para salafy yang mengaku mengikuti ulama salaf tapi salah arah membaca blog ini.

         

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 47 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: