RSS

Maulid Nabi Muhammad SAW

03 Apr

Maulid Nabi Muhammad SAW – 12 Rabiul Awal

Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Tanggal 12 Rabiul Awal adalah hari bersejarah yang utama bagi umat Islam di seluruh dunia, karena para hari itulah junjungan kita Nabi Muhammad SAW dilahirkanke dunia, membawa rahmat bagi seluruh alam.

Beliau dilahirkan di Makkah, kira-kira 200 meter dari Masjidil Haram pada Senin menjelang terbit fajar 12 Rabi’ul Awal tahun Gajah bertepatan dengan 20 April 571 M. Kini tempat kelahiran Nabi itu dijadikan perpustakaan “Maktabah Makkah al Mukarromah”.

Dinamakan tahun itu dengan ‘tahun Gajah’ karena tentara Abrahah dari Yaman menyerang Ka’bah dengan maksud akan meruntuhkannya. Mereka datang dengan mengendarai gajah. Akan tetapi penyerangan itu gagal, dengan dikirim Allah pasukan burung ababil dari angkasa menjatuhkan batu-batu berapi kepada mereka sehingga mereka hancur lumat seperti daun kayu yang dimakan ulat, sebagaimana firman Allah dalam al Quran surat al Fil ayat 1 – 4.

Menurut pendapat Ibnu Ishak yang mahsyur, Nabi SAW lahir 50 hari sesudah peristiwa itu. Ada pula pendapat yang menyatakan 30 hari, 40 hari dan 55 hari sesudah kejadian itu. Mengenai tanggal lahirnya pun terjadi pula perbedaan pendapat ahli-ahli sejarah. Ada yang mengatakan tanggal 2 Rabiul Awal, 8 Rabiul Awal, 17 Rabiul Awal, dan 18 Rabiul Awal. Pendapat yang mahsyur dan penduduk Makkah sependapat tanggal 12 Rabiul Awal. Adapun saat kelahiran beliau itu menurut yang mahsyur menjelang terbit fajar, saat doa dimakbulkan Allah SWT.

Mengenai silsilah keturunan Nabi Nuhammad SAW dari sebelah ayahnya adalah sebagai berikut: Muhammad bin Abdullah (lahir 545 M) bin Abdul Muthalib (lahir 497 M) bin Hasyim (lahir 464 M) bin Abdu Manaf (lahir 430 M) bin Qushai (lahir 400 M) bin Kilab bin Murah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihir bin Malik bin Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan. Dan seterusnya beselisih pendapat ahli sejarah sampai anak Syits dan Adam.

Dari sebelah ibunya, Muhammad bin Aminah bin Wahab bin Abdul Manaf bin Zuhrah, kepala suku Bani Zuhrah, yang mempunyai kedudukan tinggi dan terhormat di kalangan bangsa Arab. Keturunan dari sebelah ayah dan ibu bertemu pada Kilab.

Tatkala Aminah melahirkan Mauhammad SAW, Abdul Muthalib segera diberi tahu. Ia amat gembira dan berbesar hati, lalu dibawanya Muhammad ke dalam Ka’bah dan dinamainya dengan “Muhammad” yang artinya “terpuji”, suatu nama yang belum pernah dikenal orang pada masa itu.

Pada malam kelahiran Nabi Muhammad SAW, memancar sinar dari Aminah hingga ke negeri Syam (Syiria), sebagai isyarat pada suatu waktu kelak Nabi Muhammad akan berkunjung ke sana.

Nabi Muhammad SAW menurut riwayat lahir dengan meletakkan dua tangannya di lantai, dan mengangkatkan kepalanya ke langit. Beliau dalam keadaan berkhitan, sudah terpotong pusatnya, wangi dan bercelak mata dengan kodrat Allah SWT. Menurut sebagian ahli sejarah, beliau dikhitan oleh kakeknya Abdul Muthalib sesudah berusia tujuh hari dalam suatu upacara jamuan dan sekaligus menamakannya dengan ‘Muhammad’.

Serentak dengan itu, singgasana Kaisar di Madain runtuh, api sembahyang orang Majusi di Persia yang sejak 1000 tahun menyala menjadi padam.

Pertumbuhan badan beliau begitu cepat. Umur 3 bulan sudah dapat berdiri, umur 5 bulan sudah dapat berjalan, umur 9 bulan telah cukup kuat dan berbicara lancar.

Asal Mula Peringatan Maulid

Upacara memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW ini telah dilakukan orang sejak 300 tahun sesudah wafat Nabi Muhammad SAW. Dari kalangan pembesar-pembesar negara, yang mula-mula memperingatinya tercatatlah nama Malik Muzhaffar Abu Sa’id penguasa Irbil, Irak. Demikian menurut pendapat Imam as-Sakhawi.

Menurut keterangan Imam Ibnu Jauzi, pada upacara ini pujangga terkenal Hafizh Ibnu Dahiah menyusun suatu naskah yang dinamakan dengan At-Tanwir fi Maulidil Basyir an-Nazhir, yang isinya memuat riwayat singkat perjuangan Nabi Muhammad saw. Untuk ini Malik Muzhaffar Abu Sa’id memberinya 1000 dinar. Beliau terkenal seorang yang gagah perkasa, pintar dan bijaksana. Ketika wafat, beliau sedang dalam penyerangan mengepung pasukan Eropa di kota Aka, tahun 630 H.

Dalam kitab I’anatuth Thalibin, Sayyid al Bakari menyatakan bahwa Imam Ibnu Jauzi dalam kitab Mir-atuzzaman menceritakan tentang peringatan Maulid yang diadakan Malik Muzhaffar Abu Sa’id itu. Dikatakan dalam upacara itu disembelih sebanyak 5.000 ekor kambing, 10.000 ekor ayam, 100.000 roti mentega dan 30.000 piring kue-kue. Hadir pada upacara itu, pemuka-pemuka, alim ulama, ahli-ahli tasauf dan orang-orang besar lainnya. Biaya seluruhnya mencapai 300.000 dinar. Mulai saat itu hingga kini ramai umat Islam di seluruh dunia memperingati Mauild Nabi.

Tersebut dalam kitab Al Fatawa karangan al Hafizh as-Sayuthi pada bab kenduri, bahwa beliau ditanya tentang orang mengenai hukum megadakan peringatan Maulid pada bulan Rabiul Awal itu. Apaka terpuji atau tercela dan apakah orang yang mengerjakannya mendapat pahala atau tidak?

Beliau menjawab bahwa, “Pada mulanya, memperingati Maulid Nabi itu, orang berkumpul di sebuah tempat lalu dibacakan ayat-ayat Quran dan riwayat perjuangan beiau, termasuk peristiwa yang terjadi di sekitar kelahirannya. Sesudah itu dihidangkan jamuan kemudian bubar tanpa menambah acara lain. Apabila upacara peringatan Maulid itu dilaksanakan seperti itu, maka hal itu termasuk bid’ah hasanah (bid’ah yang baik), yang diberi pahala orang yang mengerjakannya, karena tujuannya untuk membesarkan Nabi dan menyatakan kebesaran hati atas kelahirannya”.

Said Ahmad Zaini Dahlan dalam kitab Sirotun Nabawiyyah antara lain menyatakan telah terbiasa bagi masyarakat ramai berdiri tegak untuk menghormati kelahiran Nabi itu adalah baik, dan cara-cara itu telah ditiru oleh cerdik cendikiawan lainnya.

Al Halabi dalam kitab As Sirah menyebutkan bahwa Imam Subki pada masanya membacakan sajak-sajak yang jiwanya memuji-muji Nabi, di hadapan majelis alim-ulama dan orang–orang terkemuka. Sajak dibacakan sambil berdiri dan hadirin pun ikut berdiri. Memperingati Maulid Nabi dengan pertemuan-pertemuan seperti itui menurutnya adalah baik.

Imam Abu Syamah lebih jauh menegaskan bahwa diantara bid’ah yang baik dilakukan pada masa kita sekarang ini, adalah pertemuan pada tanggal 12 Rabiul Awal dengan bersedekah, berbuat baik, berdandan rapi dan menghias diri, sebagai tanda kegembiraan hati atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Semua perbuatan itu termasuk menyantuni anak-anak yatim dan fakir miskin, merupakan lambang atau syiar pernyataan sikap kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW, dan menunjukkan peghormatan kita terhadap kebesaran Nabi serta tanda syukur dan terima kasih kepada Allah SWT yang telah mengutus Nabi Muhammad SAW ke permukaan bumi untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Hasan Basri, ulama besar dan ahli tasauf terkenal pernah berkata, “Seandainya saya memiliki emas sebesar bukit Uhud, niscaya saya korbankan seluruhnya untuk keperluan peringatan Maulid Nabi”.

Junaid al Baghdadi berkata pula bahwa, “Barang siapa menghadiri peringatan Maulid Rasul dan membesarkannya, maka sesungguhnya ia telah beruntung dari segi iman”.

Sirri as Saqothi berkata, “Orang yang bermaksud akan menghadiri suatu upacara peringatan Maulid Nabi di suatu tempat, sesungguhnya ia telah bermaksud untuk mengunjungi suatu taman dari taman syurga. Sebab tiada mungkin tergerak di hatinya untuk mengunjungi tempat itu kalau tiada cinta dan kasihnya kepada Rasul. Sedangkan Nabi bersabda bahwa ‘Barang siapa yang cinta kepadaku, jadilah dia kelak bersamaku dalam surga”.

Abu Bakar Shiddiq berkata, “Barang siapa membelanjakan satu dirham pada peringatan Maulid Nabi Nuhammad SAW, maka ia menjadi teman beliau dalam surga”.

Umar bin Khattab berkata, “Barang siapa memuliakan Maulid Nabi Muhammad SAW, maka sesungguhnya ia telah menghidupkan Islam”.

Ali bin Abi Thalib berkata, “Barang siapa memuliakan Maulid Nabi Muhammad SAW, niscaya ia tidak keluar dari dunia ini melainkan dengan iman”. [infokito]

Wallahu a’lam

About these ads
 

15 responses to “Maulid Nabi Muhammad SAW

  1. abu urwah

    Juni 30, 2009 at 10:42 pm

    assaalamualaikum,maaf klo bsa tlg di kirim sumber/rujukan kitab atau riwayat yg menyatakan abu bakar,umar dan ali menyuruh kita merayakan maulid nabi,sekalian kalau ada yg nyebutin ustman jga di krm(lewat email).di tunggu.,…!wassalam

     
  2. Asy-Syifa

    Juli 1, 2009 at 9:19 am

    W ‘alaikum slm Wr. Wb.
    Sebelum sy kirim jawabannya, sy mau tanya/minta antum kirim sumber/rujukan kitab atau riwayat yg menyatakan abu bakar,umar dan ali menyuruh kita memberi titik, tanda fathah/domah/ksroh dll pd Mushaf Qur’an, trus dalil Qur`an & Hadits ug menerangkan bahwa bid’ah kbagi 2 (Dinniyyah yg smuanya dolalah & Dunyawiay yg semuanya baik), orang yg menyembah berhala disebut orang bertauhid (tauhid rububiyyah), trus mana dalilnya bahwa sistem kekholifahan harus diganti dengan kerajaan kaya yg di Arab Saudi…., Bagaimana hukumnya sekte yg mengeluarkan fatwa bahwa pemerintahan/kerajaan boleh mengijinkan musuh besar Islam (barat & Israel) mendirikan pangkalan militer utk menghancurkan Muslimin di Irak, Iran dll. sekalian kalau ada yg nyebutin ustman jga di krm(lewat email).tunggu. Sebenarnya msh banyak kekacauan aqidah/pemahaman ahli bid’ah yg perlu sy tanyakan k antum!!!!!

     
  3. Santri

    Juli 2, 2009 at 12:30 am

    Aduh mang Asy-Syifaa,karunya atuh meni bertubi-tubi dibalikeun pertanyaanna.manawi wae mang abu urwah teh hoyong langkung yakin kana kateranganna.panginten jawabanna mah panginteun “cobi weh pilari dina kitab koneng” he..he..mung pami diwartosan nami kitab-kitabna panginteun bilih teu gaduheun kitabna margi seueur pisan teu kaetang.anu tadina hoyong tambih yakin malah janteun rieut ku seueur teuing kitab anu kedah diaosna.

     
  4. Santri

    Juli 2, 2009 at 12:38 am

    Ah ieu mah seja ikut nimbrung weh,tos lami teu mukaan blog sunedang,kumaha mang yusuf/asep/arif atanapi saha wae nu ngaupload daramang?Jelegong teh ayeuna mah jarang ol,margi ol na sok dilapangan wae,pabeulit jeung dunia perdagangan,ma’lum lah tukang ol-na nuju seueur atuh da…kumaha ol YM sumedang ayeuna tos aya kamajengan?

     
  5. Santri

    Juli 2, 2009 at 1:18 am

    Sakedik manawi katampi inputna,panginteun tina silsilah nasab nabi nu diserat “HISYAM” teh panginteun lepat nyerat kedahna “HASYIM”, “ABDUL MANAF” —> “ABDU MANAF”.

    IMAM HASAN BASI –> HASAN BASYRI/BISYRI
    Punteun pisan,ieu teh seja ngiring partisipasi weh dina blog.margi sim kuring sok dididik kitu ku pk.kiyai,hatta aya seratan harkat,khot sanaos sahuruf anu lepat kedah dilereskeun.tipayun basa sim kuring sok nyorogkeun doa/nazhoman kanggo dibagikeun ka jamaah,eta dugi ka sababaraha kali balikan ka pk.kiyai dimana aya keneh nu lepat/kalangkung kedah dilereskeun, atuh anu tadina hoyong enggal kabagi ka jamaah teh janteun lami gumantung kana katelitian dina nyeratkeunnana.”Enya nya?da ari ngoreksi batur mah babariiiii teh,teu cara urang ngoreksi kana diri urang sorangan,sim kuring rumaos hese hoyong diajar intropeksi diri teh.Pidoana weh nya mang?sim kuring sing tiasa muhasabatunnafsi.Mudah-mudahan weh saha wae anu andil dina ieu blog, sing tiasa saling nasehat demi kamajengan urang sadaya dina agama.Amin.oge hapunteunna.

     
  6. Asy-Syifa

    Juli 2, 2009 at 3:27 am

    Wlkum Slam. Wr. Wb.

    Hatur nhun pisan kana koreksianna, muhun dupinamah terlalu smangat hoyong nyerat tentang Maulid seja Ta’dziman wa Takriman k Kang Jeng Nabi SAW, janten ngetikna ge rusuh bakat ting ku “emosional” :)

    Leles pisan abd satuju ku ayana koreksian ti pengunjung Blog Asy-Syifa. Koreksi2 ieu teh panginten janten tawis yen AlhamduliLlah masih aya nu peduli kana perjuangan ngalangkungan Blog Asy-Syifa.

    Sakali deui hatur nuhun Kng “Santri” kana koreksianana, tong bosen2 w bilih aya seratan nu lpat ktik atanapi aya ungkapan nu t cocok sareng Syareat dll.

     
  7. Abu fahd

    Juli 5, 2009 at 10:40 pm

    Hehe.. Bisanya cuma taqlid saja, tdk ilmiah, anak TK juga bisa kalo tinggal nulis atau komentar tanpa menjelaskan referensinya. Tunjukkan dari riwayat siapa, sanadnya, dr kitab apa, biar bisa dicek kebenarannya ttg perkataan abu bakar, umar, ali tadi, apa antum takut bhw itu tdk benar krn tdk ada atsarnya?

     
  8. Dadang

    Juli 6, 2009 at 9:34 am

    Assalamu ‘alaikum waromatullohi wa barokatuh.

    Maaf mau ikutan comment.
    Ane kira dari pertanyaan yn diajukan admin td merupakan jawaban yg sangat jelas bagi orang yg memiliki hati & akal yg sempurna. Karena ane liat yg merupakan masalah perbedaan yg fokok adalah definisi dari Bib’ah.

    Masalah Taqlid. Sy belum melihat/mendengar ada pernyataan dari Sohabat/tabi’in/tabit taabi’in yg membedakan antara taqlid & ittiba. Mohon kasi rujukannya.

    Sebenarnya kalo mau jujur & liat realitas, maaf kalo tersinggung ini mah realitas lho…! yg bersikap taqlid buta adalah orang2 seperti antum. Antum hanya menerima Hadits atopun Atsar hanya dr ustad antum yg mungkin mnurut antum, Ust antum tuh mutlaq benar. Sohih/do’ifnya pun ngikut kt Ust antum….. Kalo kata Ust Soheh ya pasti soheh, kalo kt Ust tdk soheh pasti tdk soheh. Akui sj antun tdk pernah meneliti sendiri rowi/silsilah sanad yg Ust antum berikan ato coba antum minta sanad yg muttasil dr Ust antum…!

    Sederhana sj, coba antum sebutkan satu Hadits/Atsar (ingat satuuuuuu saja) yg antum terima dr Ust antum beserta rowi mulai dr Ust antum sampai (muttasil) ke Rasululloh/Sohabat RA????

    trus bagai mana antum bisa menentukan suatu Hadits itu Soheh/tdk? dr Ust antum kan? Itu kan namanya ngiku(taqlid) k Ust Antum. Apa antum bisa menjamin apa yg antum dapat dr Ustd antum /buku yg atum beli di emper jalan adalah benar, sanadnya muttasil k Rasululloh, belum lg ijazahnya????

    Wah kalo gtu siapa yg Taqlid Buta y??????

    Afwan bila salah kt. Mudah2n Alloh SWT memberikan taufiq & Hidayah-Nya kpda Qta smua! Amiiin!

    Biar lebih jelas & pastinya, qta tanyain langsung k Rasululloh SAW tp nanti di akhirat… biar ngga trus2an ribut, ane rasa ngga akan ada ujungnya. Sekarang mah qta jalani aja keyakinan masing2 dgn saling menghormati pendapat masing2. Adapun kewajiban AMAR MA’RUF NAHYI MUNKAR, ana rasa kan yg menjadi objeknya haruslah yg disepakati ke-MA’RUFAN & KEMUNKARAN-nya, bukan masalah yg msh di-Ikhtilafkan.

    Afwan ini hanya pendapat lho. Wallohu a’lam

     
  9. Hendi Cahyadi

    Februari 4, 2010 at 10:22 am

    Mf ust. sy prnh bc bku tp g lngkp. ktnya perkataan “memperingati…..” itu slh krn tdk ada dlm islam. Nah, sbnrnya kita hrs gmn redaksinya “….”. apa kata “memperingati ……..” itu slah.? mhn blsn di email.

     
  10. Asy-Syifa

    Februari 5, 2010 at 3:24 am

    Mf kalo sempat bisa kiketikan alasan dr buku tsb yg menyatakan bhw: perkataan “memperingati…..” itu slh krn tdk ada dlm islam. utk kita pelajari dulu.
    Syukron

     
  11. Asy-Syifa

    April 19, 2010 at 4:26 am

    Syukron atas Comment antum, jawabanya silahkan antum klik link artikel kami, tp sebelumnya sy sarankan utk menghilangkan dulu panatik buta golongan yg antum anut dan tdk terlalu cepat memfonis supaya dlm memahaminya bisa lebih objektif.

    Semoga Alloh SWT memberikan kita keterbukaan & kelapangan dada dlm menerima kebenaran Syariat walau terasa menyesakan dada itu mungkin akan antum rasakan dan wajar saja, diantara penyebabnya karena sifat fanatik buta yg sudah mengerak di hati kita.

    Dan juga Mudah2n Alloh selalu memberikan taufiq & hidayah-Nya kpd kita, khususnya pengunjung Blog ini dlm mencintai & mengikuti kepada Sayyidina wa Maulana Nabi Muhammad SAW dgn pemahaman yg lurus dari Salafus Shaleh yg asli Salafus Shaleh … Amiinnn!

    Link:

    http://asysyifawalmahmuudiyyah.wordpress.com/2008/04/03/pendapat-para-imam-dan-muhaddits-tentang-perayaan-maulid/

    http://asysyifawalmahmuudiyyah.wordpress.com/2008/04/03/dalil-maulid/

     
  12. irfan jaelani

    April 16, 2011 at 3:35 am

    ass… Bd ngadmeul wapsite.. Tv perkawis islamiyah na bd copas tidieu, kmh d widian ?
    Wassalam..

     
  13. Asy-Syifa

    April 18, 2011 at 1:28 am

    Wlkm slm.

    Mangga, mdh2n janten amal soleh LiwajhiLlah kanggo sadayana!

     
  14. Sukmiati Nurulislamiah

    Mei 25, 2011 at 3:28 pm

    Subhanalloh..naha ari di dunia nyata mah da tara aya nu wantunen taros2 sapertos kitu tèh.Malah ngahaja ku orang2 NU mah diajak “debat terbuka”namun sayang,tara aya nu wantunen.Naa..ari di dumay,utamina mah dina Facebook,beuuh…ruamè pisan.Sayangna tèh dikasih dalil Qur’an-hadits og tara narima,malah akhirna nyaci maki.Tung2na mh sia2-aing2,he puntn ah.
    Abdi ge sanes waktos bd copas artikel ti die nya kanggo blog abdi.

     
  15. Asy-Syifa

    Mei 26, 2011 at 8:40 am

    Mangga copas pm dietang2 manfaat mah. mdh2n janten amal soleh LiwajhiLlah kanggo sadayana!

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: