RSS

Keajaiban-Keajaiban Nabi Muhammad SAW Semasa Kecil

03 Apr

Keajaiban-Keajaiban Nabi Muhammad SAW Semasa Kecil

Sebuah tangis bayi yang baru lahir terdengar dari sebuah rumah di kampung Bani Hasyim di Makkah pada 12 Rabi’ul Awwal 571 M. Bayi itu lahir dari rahim Aminah dan langsung dibopong seorang “bidan” yang bernama Syifa’, ibunda sahabat Abdurrahman bin Auf.

“Bayimu laki-laki!”

Aminah tersenyum lega. Tetapi seketika ia teringat kepada mendiang suaminya, Abdullah bin Abdul Muthalib, yang telah meninggal enam bulan sebelumnya. Ya, bayi yang kemudian oleh kakeknya diberi nama Muhammad (Yang Terpuji) itu lahir dalam keadaan yatim. Ayahnya meninggal di Yatsrib ketika beliau berusia tiga bulan dalam kandungan ibundanya.

Kelahiran yang yatim ini dituturkan dalam Al-Quran, “Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?” — QS Adh-Dhuha (93): 6.

Aminah, janda beranak satu itu, hidup miskin. Suaminya hanya meninggalkan sebuah rumah dan seorang budak, Barakah Al-Habsyiyah (Ummu Aiman). Sementara sudah menjadi kebiasaan bangsawan Arab waktu itu, bayi yang dilahirkan disusukan kepada wanita lain. Khususnya kepada wanita dusun, supaya hidup di alam yang segar dan mempelajari bahasa Arab yang baku.

Ada hadits yang mengatakan, kebakuan bahasa warga Arab yang dusun lebih terjaga. Menunggu jasa wanita yang menyusui, Aminah menyusui sendiri Muhammad kecil selama tiga hari. Lalu dilanjutkan oleh Tsuwaibah, budak Abu Lahab, paman Nabi Muhammad, yang langsung dimerdekakan karena menyampaikan kabar gembira atas kelahiran Nabi, sebagai ungkapan rasa senang Abu Lahab.

Air Susu yang Melimpah

Beberapa hari kemudian, datanglah kafilah dari dusun Bani Sa’ad, dusun yang jauh dari kota Makkah. Mereka menaiki unta dan keledai. Di antara mereka ada sepasang suami-istri, Harits bin Abdul Uzza dan Halimah As-Sa’diyah. Harits menaiki unta betina tua renta dan Halimah menaiki keledai yang kurus kering. Keduanya sudah memacu kendaraannya melaju, tetapi tetap saja tertinggal dari teman-temannya.

Halimah dan wanita lainnya yang datang ke Makkah sedang mencari kerja memberi jasa menyusui bayi bangsawan Arab yang kaya. Sebagaimana dalam kehidupan modern, baby sitter akan mendapatkan bayaran yang tinggi bila dapat mengasuh bayi dari keluarga kaya.

Sampai di kota Makkah, Halimah menjadi cemas, sebab beberapa wanita Bani Sa’ad yang tiba lebih dulu sedang ancang-ancang mudik karena sudah berhasil membawa bayi asuh mereka.

Setelah ia ke sana-kemari, akhirnya ada juga seorang ibu, yaitu Aminah, yang menawarkan bayinya untuk disusui. Namun ketika mengetahui keadaan ibu muda yang miskin itu, Halimah langsung menampik.

Dia dan suaminya berkeliling kota Makkah, tetapi tidak ada satu pun ibu yang menyerahkan bayinya kepadanya untuk disusui. Ya, bagaimana mereka percaya, seorang ibu kurus yang naik keledai kurus pula akan mengasuh dengan baik bayi mereka?

Hampir saja Halimah putus asa, ditambah lagi suaminya sudah mengajaknya pulang meski tidak membawa bayi asuh. Namun, ia berkata kepada suaminya, “Aku tidak ingin pulang dengan tangan kosong. Alangkah baiknya kalau kita mau mengambil anak yatim itu sambil berniat menolong.”

“Baiklah, kita bawa saja anak yatim itu, semoga Allah memberkahi kehidupan kita,” ujar suaminya. Setelah ada kesepakatan tentang harga upah menyusui, Muhammad kecil diberikan kepada Halimah. Wanita kurus kering itu pun mencoba memberikan puting susunya kepada bayi mungil tersebut.

Subhanallah! Kantung susunya membesar, dan kemudian air susu mengalir deras, sehingga sang bayi mengisapnya hingga kenyang. Dia heran, selama ini susunya sendiri sering kurang untuk diberikan kepada bayi kandungnya sendiri, tetapi sekarang kok justru berlimpah, sehingga cukup untuk diberikan kepada bayi kandung dan bayi asuhnya?

Berbarengan dengan keanehan yang dialami Halimah, suaminya juga dibuat heran, tak habis pikir, mengapa unta betina tua renta itu pun tiba-tiba kantung susunya membesar, penuh air susu.

Halimah turun dari. keledainya, dan terus memerah susu itu. Dia dan suaminya sudah dalam keadaan lapar dan dahaga. Mereka meminumnya sehingga kenyang dan puas. Semua keajaiban itu membuat mereka yakin, “Anak yatim ini benar-benar membawa berkah yang tak terduga.”

Halimah menaiki dan memacu keledainya. Ajaib! Keledai itu berhasil menyalip kendaraan temannya yang mudik lebih dulu.

“Halimah! Halimah! Alangkah gesit keledaimu. Bagaimana ia mampu melewati gurun pasir dengan cepat sekali, sedangkan waktu berangkat ke Makkah ia amat lamban,” temannya berseru. Halimah sendiri bingung, dan tidak bisa memberikan jawaban kepada teman-temannya.

Sampai di rumah pun, anak-anaknya senang, sebab orangtua mereka pulang lebih awal dari orang sekampungnya. Apalagi kemudian ayah mereka membawa air susu cukup banyak, yang tiada lain air susu unta tua renta yang kurus kering itu.

Dalam sekejap, kehidupan rumah tangga Halimah berubah total. Dan itu menjadi buah bibir di kampungnya. Mereka melihat, keluarga yang tadinya miskin tersebut hidup penuh kedamaian, kegembiraan, dan serba kecukupan.

Domba-domba yang mereka pelihara menjadi gemuk dan semakin banyak air susunya, walaupun rumput di daerah mereka tetap gersang. Keajaiban lagi!

Peternakan domba milik Halimah berkembang pesat, sementara domba-domba milik tetangga mereka tetap saja kurus kering. Padahal rumput yang dimakan sama. Karena itulah, mereka menyuruh anak-anak menggembalakan domba-domba mereka di dekat domba-domba milik Halimah. Namun hasilnya tetap saja sama, domba para tetangga

itu tetap kurus kering.

Pembelahan Dada

Muhammad kecil disusui Halimah sekitar dua tahun. Oleh Halimah, bayi itu dikembalikan kepada ibunya, Aminah. Namun ibunya mengharapkan agar Muhammad tetap ikut dirinya, sebab ia khawatir bayi yang sehat dan montok tersebut menjadi terganggu kesehatannya jika hidup di Makkah, yang kering dan kotor.

Maka Muhammad kecil pun dibawa kembali oleh Halimah ke dusun Bani Sa’ad. Bayi itu menjadi balita, dan telah mampu mengikuti saudara-saudaranya menggembala domba. Ingat, hampir semua nabi pernah menjadi penggembala. Muhammad saat itu sudah berusia empat tahun dan dapat berlari-lari lepas di padang rumput gurun pasir. la, bersama Abdullah, anak kandung Halimah, menggembala domba-domba mereka agak jauh dari rumah.

Di siang hari yang terik itu, tiba-tiba datanglah dua orang lelaki berpakaian putih. Mereka membawa Muhammad, yang sedang sendirian, ke tempat yang agak jauh dari tempat penggembalaan. Abdullah pada waktu itu sedang pulang, mengambil bekal untuk dimakan bersama-sama dengan Muhammad, di tempat menggembala, karena mereka lupa membawa bekal.

Ketika Abdullah kembali, Muhammad sudah tidak ada. Seketika itu juga ia menangis dan berteriak-teriak minta tolong sambil berlari pulang ke rumahnya. Halimah dan suaminya pun segera keluar dari rumahnya. Dengan tergopoh-gopoh mereka mencari Muhammad kesana-kemari. Beberapa saat kemudian, mereka mendapatinya sedang duduk termenung seorang diri di pinggir dusun tersebut.

Halimah langsung bertanya kepada Muhammad, “Mengapa engkau sampai berada di sini seorang diri?” Muhammad pun bercerita. “Mula-mula ada dua orang lelaki berpakaian serba putih datang mendekatiku. Salah seorang berkata kepada kawannya, ‘Inilah anaknya.’

Kawannya menyahut, `Ya, inilah dia!’ Sesudah itu, mereka membawaku ke sini. Di sini aku dibaringkan, dan salah seorang di antara mereka memegang tubuhku dengan kuatnya. Dadaku dibedahnya dengan pisau. Setelah itu, mereka mengambil suatu benda hitam dari dalam dadaku dan benda itu lalu dibuang. Aku tidak tahu apakah benda itu dan ke mana mereka membuangnya.

Setelah selesai, mereka pergi dengan segera. Aku pun tidak mengetahui ke mana mereka pergi, dan aku ditinggalkan di sini seorang diri.” Setelah kejadian itu, timbul kecemasan pada diri Halimah dan suaminya, kalau-kalau terjadi sesuatu terhadap si kecil Muhammad. Karena itulah, keduanya menyerahkan dia kembali kepada Ibunda Amina. [infokito]

Wallahu a’lam

Wajah Rasulullah

Perlu kita fahami bahwa wajah Sang Idola saw adalah wajah yang dipenuhi cahaya kelembutan dan kasih sayang, karena beliau adalah pembawa Rahmat bagi sekalian alam, maka wajah beliau penuh kasih sayang, demikian pula ucapan beliau saw, perangai, tingkah laku, dan bahkan bimbingan beliau saw pun penuh dengan kasih sayang Allah swt.

Seorang lelaki bertanya kepada Albarra? bin Azib ra : “Apakah wajah Rasul saw seperti pedang ?” (bukankah beliau banyak berperang, apakah wajahnya bengis bak penguasa kejam?), maka menjawablah Albarra? bin Azib ra : “Tidak.. tapi bahkan wajah beliau bagai Bulan Purnama..”, (kiasan tentang betapa lembutnya wajah beliau yang dipenuhi kasih sayang) (Shahih Bukhari hadits no.3359, hadits serupa Shahih Ibn Hibban hadits no.6287).

Diriwayatkan oleh Jabir bin samurah ra :“wajah beliau saw bagaikan Matahari dan Bulan” (Shahih Muslim hadits no.2344, hadits serupa pada Shahih Ibn Hibban hadits no.6297), demikian pula riwayat Sayyidina Ali.kw, yang mengatakan : “seakan akan Matahari dan Bulan beredar di wajah beliau saw”. (Syamail Imam Tirmidzi), demikian pula diriwayatkan oleh Umar bin khattab ra bahwa “Rasul saw adalah manusia yang bibirnya paling indah”.

Al Imam Alhafidh Syeikh Abdurrahman Addeba?I mengumpulkan ciri ciri sang Nabi saw :“Beliau saw itu selalu dipayungi oleh awan dan diikuti oleh kabut tipis, hidung beliau saw lurus dan indah, Bibirnya bagaikan huruf Miim (kiasan bahwa bibir beliau tak terlalu lebar tak pula sempit dan sangat indah), Kedua alisnya bagaikan huruf Nuun, (kiasan bahwa alis beliau itu tebal dan sangat hitam dan bersambung antara kiri dan kanannya)”.

Dari Abi Jahiifah ra : “Para sahabat berebutan mengambil telapak tangan beliau dan mengusapkannya di wajah mereka, ketika kutaruh telapak tangan beliau saw diwajahku ternyata telapak tangan beliau saw lebih sejuk dari es dan lebih wangi dari misik” (Shahih Bukhari hadits no.3360).

Berkata Anas ra : “Tak kutemukan sutra atau kain apapun yang lebih lembut dari telapak tangan Rasulullah saw, dan tak kutemukan wewangian yang lebih wangi dari keringat dan tubuh Rasul saw” (Shahih Bukhari hadits no.3368). “Kami tak melihat suatu pemandangan yg lebih menakjubkan bagi kami selain Wajah Nabi saw”. (Shahih Bukhari hadits no.649 dan Muslim hadits no.419)“Ketika perang Uhud wajah Rasul saw terluka dan mengalirkan darah segar, maka putrinya yaitu Sayyidah Fathimah ra mengusap darah tersebut dan Sayyidina Ali kw memegangi beliau saw, namun ketika terlihat darah itu terus mengalir, maka diambillah tikar dan dibakar, maka debunya ditaburkan diluka itu, maka darahpun terhenti”. (Shahih Bukhari hadits no.2753).

Dari anas bin malik ra : “Dan saat itu dirumah hanya aku, ibuku dan bibiku, lalu selepas shalat beliau berdoa untuk kami dengan kebaikan Dunia dan Akhirat, lalu Ibuku berkata : “doakan pelayanmu ini wahai Rasulullah..” (maksudnya Anas ra), maka Rasul saw mendoakanku dan akhir doanya adalah : “Wahai Allah Perbanyak Hartanya dan keturunannya dan berkahilah” (Shahih Muslim hadits no.660).

“Dan beliau saw itu adalah manusia yg terindah wajahnya, dan terindah akhlaknya” (Shahih Bukhari hadits no.3356) . “Dan beliau saw itu adalah manusia yg termulia dan manusia yg paling dermawan, dan manusia yang paling berani saw” (Shahih Bukhari hadits no.5686).

Dari Abu Hurairah ra : “Wahai Rasulullah.., bila kami memandang wajahmu maka terangkatlah hati kami dalam puncak kekhusyu’an, bila kami berpisah maka kami teringat keduniawan, dan mencium istri kami dan bercanda dengan anak anak kami” (Musnad Ahmad Juz 2 hal.304, hadits no.8030 dan Tafsir Ibn katsir Juz 1 hal.407 dan Juz 4 hal.50).

Sumber: http://www.majelisrasulullah.org

About these ads
 
 

27 responses to “Keajaiban-Keajaiban Nabi Muhammad SAW Semasa Kecil

  1. doni

    September 30, 2008 at 6:26 am

    semangat terus memceritakan keajaiban Nabi Besar SAW……….

     
  2. Asy-Syifa

    September 30, 2008 at 6:35 am

    terima kasih atas motifasinya…
    Sholuu ‘alan-Nabi….!
    Allohumma sholi wa sallim wa barik ‘alaih wa ‘alaa aalih wa sohbih…!

     
  3. galih

    Desember 19, 2008 at 9:51 am

    assalamualaikum wr wb..
    Salam patepang..

    Shollu ‘alannabiyyu..

    sae pisan kang isi postinganna.mugia tiasa langkung seueur deui posting tentang tarikh2 islam nu sanesna, sapertos sejarah nabi2 sareng rasul,para sahabat, sareng ulama2 besar islam,, kumargi ayeuna mah langkung seueur umat muslim teh langkung apal sejarah tokoh2 barat, sareng artis2 geuning tibatan sejarah2 islam.

    dupi tiasa di copy kitu ku abdi seratanna kang?sareng upami sumber asli seratan ieu teh timana nya?

    jazakallahu khairan katsiiroo…
    wasw..

     
  4. The_Mazrury

    April 8, 2009 at 6:20 am

    Assalamaualaikum..
    Suhanalloh sekali kita memiliki Nabi yangsangat istimewa… nabi yang memiliki hati yang suci dan sifat yang baik dan keajaiban yang dahsyat…
    Sholuu ala nabi Muhammad….
    Sholuuu alaih….

     
  5. syukri

    Oktober 5, 2009 at 5:08 pm

    muhammad mmg keren dari sejak lahir hingga akhir ayat nya,,,, aku salah satu fans nya

     
  6. HM.SAIFUL ANWAR

    November 4, 2009 at 1:08 am

    Subhanalloh,Allahumma sholli wa sallim ‘ala sayyina wa habiinaa muhammadin.begitu mulya dan arif akhlaq beliau sehingga kita terkadang lalai dengan ajaran,anjuran,sunnah2 beliau.

     
  7. n edy wibowo

    November 30, 2009 at 9:06 am

    aku senang mendengarnya…pengin juga kuceritakan ke orang lain….hebat euy….

     
  8. zouldeck

    Februari 3, 2010 at 8:14 am

    aku sangat senang mendengarnya. Terima Kasih atas infonya

     
  9. Hadi firansyah

    Maret 15, 2010 at 5:42 am

    terima kasi
    aku terlalu jauh melupakan mu ya nabiku…..
    Semoga dengan cerita ini aku selalu menjadi umatmu
    yg mengikuti aqidah mu….
    Amin

     
  10. muhammad aminuddin

    Mei 8, 2010 at 12:19 am

    Allahumma Sholli wa sallim alaih…

     
  11. muhammad syahid

    Agustus 19, 2010 at 5:06 pm

    allahumma sholli ‘alaa sayyidina muhammad wa ‘alaa alihii wa shohbihi

     
  12. Asy-Syifa

    Agustus 20, 2010 at 2:07 am

    Wakrimna arwaha minna biliqoo khoiril anaam…!

     
    • Asy-Syifa

      Agustus 20, 2010 at 2:14 am

      Ya Allah, Muliakan kami dengan bertemu Rasulullah SAW..
      Ya Allah, pertemukan kami dengan beliau SAW di dunia, jadikan beliau SAW pendamping ketika kami sakaratul maut, ketika di alam kubur, ketika di mahsyar, ketika di mizan, ketika di shirath, dan ketika masuk Syurga Mu Ya Rabb…
      Ya Allah jangan KAU pisahkan kami dengan Nabi Muhammad SAW di dunia maupun di akherat..

       
  13. Oegy

    September 5, 2010 at 4:09 pm

    Allahumma sholli alaa Muhammad…

     
  14. Riski

    November 7, 2010 at 1:08 am

    w mau jg jd nabi donk

     
  15. tribayou

    Desember 22, 2010 at 11:46 am

    Muhammad SAW adalah ciptaan Allah SWT yang paling sempurna dimukia bumi, dan sesungguhnya hanya Allah SWT yang Maha Sempurna lagi Maha Bijaksana

     
  16. SAIFUL

    Desember 27, 2010 at 3:44 am

    ALLAH MAHA BESAR.tiada yg tidak mungkin bagiNYA
    Muhammad SAW adalah pimpinan umat islam,jalanya lurus karena dia adalah pilihan&kesempurnaan dimuka bumi ini.tapi heranya diindonesia bnyk nabi yg muncul dgn kelucuanya(nabi palsu).ya ALLAH berikan mereka pencerahan,jalan yg lurus,jgn KAU sesatkan kami pada kemusrikan mereka.AMIN

     
  17. MOHD FAKHRI FAHMI

    September 25, 2011 at 3:07 pm

    Ceritanya amat menarik…sekali…

     
  18. MOHD FAKHRUL

    September 25, 2011 at 3:10 pm

    Ceritanya amat menarik…sekali…
    Terima kasih…ya!!!

     
  19. totoh suryana

    September 30, 2011 at 3:57 pm

    subhalloh maha suci alloh ..teruskan …untuk memupuk kecintaan kita kepada kekasih alloh nabi besar MUHAMMAD saw ,,,

     
  20. haziq

    Januari 25, 2012 at 12:01 pm

    the best and super story

     
  21. IMAN HILMAN

    Januari 27, 2012 at 11:20 pm

    kami sudah rindu ingin bertemu dengan mu ya ROSULULLAH

     
  22. uul ne akku

    April 5, 2012 at 11:20 am

    kami ingin bertemu kepadamu ya rasul allah di surga nanti

     
  23. Albet Phn

    April 7, 2012 at 3:47 pm

    muhammad suri tauladan dan pembawa berkah kepada kita semua.

     
  24. samsul

    Februari 14, 2013 at 3:15 pm

    nyuhungkeun izin kanggo ngeshare

     

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 47 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: