RSS

DO’A TAWASUL NABI MUHAMMAD SAW

21 Mei

DO’A TAWASUL NABI MUHAMMAD SAW

 

بسم الله الر حمن الر حيم

اللهمَ اِ نِى أَ ْسئلُكَ ِبحَقِ السَا ِئلِينَ عَلَيْكَ وَ ِبحَقِ مَمْشَا يَ هَذَا

فَإِ نِى لَم اَ خْرُ جْ أَ شَرً ا وَ لَا بَطَرً ا وَ لاَ ِر يَاءً

وَ لَا سُمْعَةً خَرَ جْتُ اِ تِقَاءَ سَخَطِكَ وَ ا بْتِغَاءَ مَرْضَا تِكَ

فَأَ سْئَلُكَ اَنْ تُعِيْذَ نِى مِنَ النَا رِ وَ اَنْ تَغْفِرَ لِى ذُ نُوْ بِى

اِنَهُ لَا يَغْفِرُ الذُ نُوْ بِ اِلَا اَنْتَ.

 

Hartosna :

Nun Gusti Alloh, sayaktosna jisim abdi nyuhunkeun ka Paduka Yaa Alloh kalayan haq kahormatan kaagungan sakur hamba Gusti anu tukang ngado’a ka Gusti sareng kalayan haq kahormatan kaagungan lengkah abdi ieu, sayaktosna jisim abdi teu kaluar ti rorompok abdi karena ujub, takabbur,riya, hoyong kapuji ku jalmi, abdi kaluar teh estuning nebihan bebendu Gusti estuning milarian ridlo Gusti, abdi nyuhunkeun ka Gusti mugi Gusti nyalametkeun jisim abdi tina seuneu. Sareng mugi Gusti ngahapunten tina sagala rupi dosa-dosa abdi sayaktosna teu aya nu tiasa ngahapunten kana sadaya dosa-dosa abdi kajabi Paduka Yaa Alloh.

Katerangan :

Sing saha jalmi anu kaluar ti bumi seja sholat ka masjid, hadlir ka majlis ta’lim, seja ngagungkeun Maulid Nabi Muhammad Saw, maka Alloh bakal madep kalawan Pameunteu MantenNa sareng pangmentakeun hampura ka Alloh pikeun eta jalma ku tujuh puluh rebu Malaikat.

Naringgul Ranacakalong, Saptu 28 Rabiul awwal 1426 H

About these ads
 
15 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 21, 2007 in Kumpulan Izajah

 

15 responses to “DO’A TAWASUL NABI MUHAMMAD SAW

  1. Riqi Saefulloh

    Juli 29, 2007 at 2:25 am

    Assalamualaikum Wr, Wb
    Alhamdulilah saya sampaikan fuji syukur karena saat ini saya yang berada di jakarta dapat selalu mengikuti kegiatan asyifa dan mendapat tambhan do’a-do’a. tapi sayang karena ketrbatasan ilmu saya, mohon kiranya ayat-ayat (do’a-do’a tersebut dilengkapi secara lengkap (bukan arab gundul) karena mungkin banyak pembaca yang juga tidak faham dengan tulisan arab gundul.

     
  2. asysyifa

    Juli 30, 2007 at 12:11 am

    Wa ‘alaikum slm Wr. Wb.

    Terima kasih atas komentarnya. Insya Alloh akan kami perhatikan saran dari Bp Riqi.

    Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

     
  3. Permana

    Juni 17, 2008 at 9:01 am

    Salaam,
    hatur nuhun abdi tiasa copy du`a ini keur pribadi.
    Mun upami kanggo jama`ah kumaha… tiasa dirobih (pronoun / kata ganti) dhomirna?
    Seratan arabna ditambihan deui atawa diupdate.
    Punten.

     
    • Asy-Syifa

      Agustus 9, 2011 at 2:37 pm

      Untuk Dhomir (kata ganti) do’a yg ada dlm Hadits setau kami sebaiknya tidak perlu diganti dlm artian sesuai teks yg ada dlm matan haditsnya.

      WaLlohu a’lam

       
  4. jowan

    Oktober 14, 2008 at 7:37 am

    assalaamu’alaikkum..wr wb

    dapatkah saya minta bacaan yang dengan memakai bahasa Indonesia, dan saya berharap juga diartikannya dalam bahasa Nasional dengan EYD..agar semua pembaca seluruh Indonesia juga dapat memahaminya.
    terima kasih

    Wassalammu’alaikkum wr wb

     
  5. Amie

    Oktober 23, 2008 at 1:21 am

    Assalamu alaikum warokhmatullahi wa barokatuh
    saya setuju dengan mas jowan.. yang bahasa indonesia dong.. ada tidak doa yang bertawasul kepada Syekh Abdul Kadir Jailani? karena saya penasaran nih, di kampung saya mau ada acara DULKODIRAN, dan kayaknya itu yang masuk bidah, karena bertawasul dengan yang sudah mati.. penjelasan lengkapnya bisa dilihat di sini dan sambungannya di sini . Sedang profil Abdul KAdir Jaelani disini
    Jadzakumullah khoiron katsiron sudah berkunjung juga ke blog saya yang baru diisi seuprit

     
  6. Asy-Syifa

    Oktober 23, 2008 at 2:41 am

    wa ‘alaikum slm Wr. Wb.

    Terimakasih atas tanggapan saudar2 semua.

    Masalah Terjemahan dgn Bhs Indonesia, Insya Alloh kami akan mengusahakannya.

    Do’a diatas diambil dari Hadits Nabi SAW, yg arti keseluruhan hadits tsb sbb:

    “Dari sahabat Nabi Abu Sa’id al Khudhri, beliau berkata : Berkata Rasulullah Saw.: Barangsiapa ke luar dari rumahnya hendak pergi sembahyang, maka ia mendo’a : Ya Allah saya minta kepada Engkau dengan hak sekalian orang yang telah meminta kepada Engkau dan dengan hak perjalanan saya ini, saya tidak ke luar untuk mengerjakan kejahatan, saya tidak takabur dan ria dan tidak ada pula mengharap pujian, saya ke luar karena takut kepada Engkau dan mengharapkan keredhaan Engkau. Saya minta kepada Engkau bahwa Engkau pelihara saya dari nereka dan Engkau ampuni dosa saya karena tiada yang akan mengampuni selain Engkau. Maka Alloh SWT akan mengampuni orang tsb.” (Hadits sahih diriwayatkan oleh lbnu Majah dengan sanad yang sahih – Sunan Ibnu Majah 1 hal. 361-362).

    Kalimat-kalimat “dengan hak orang yang meminta kepada Engkau” dan “dengan hak perjalanan saya ini” adalah tawassul dengan amal ibadah orang lain dan amal ibadah kita sendiri. Hadits itu diterangkan juga oleh Al Hafizh Suyuthi dalam kitab al-Jamius Kabir, Ibnus Sani dari Bilal, Imam Baihaqi, Abu Naim dari Said al Khudhri.

    Tentang dalil Tawasul, Manaqid & amaliah2 lain yg zaman sekarang mulai dipertanyakan dalil2nya seiring dengan munculnya sekte2/aliran2 baru di Indonesia, maka kami akan memberi beberapa link untuk meluruskan kesalah fahaman umat dlm melnilai hukum dari amaliah yg dianggap bid’ah yg sesat, mudah2n bermanfaat. Diantaranya:

    Forum:

    http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=5&func=view&id=48&catid=7&lang=id

    download:

    http://www.majelisrasulullah.org/Kenalilah-Akidahmu.pdf

    Link:

    http://asysyifawalmahmuudiyyah.wordpress.com/category/aqidah-ahlaq/

    http://kawansejati.ee.itb.ac.id/dalil-berdoa-tawasul

    http://bahrusshofa.blogspot.com/2005/12/wasilah-tawassul-amalan-sunni.html

    http://salafyindonesia.wordpress.com/2008/05/21/tawassulistighatsah1-sebuah-pengantar/

    http://manhaj-salaf.net46.net/mana-dalilnya/

    http://pesantren.or.id.29.masterwebnet.com/ppssnh.malang/cgi-bin/content.cgi/artikel/bisri_mustofa_menjawab/16-manaqib.single

    http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=5&func=view&id=3970&catid=7&lang=id

    dan msh banyak2 lagi.
    waLlohu a’lam….!

    Sebagai tambahan & saran saja, Perbedaan dlm menafsirkan Qur’an & Hadits merupakan fitrah dan itu sudah terjadi di masa Salafus Shaleh (Generasi Sohabat, Tabi’in, Tabi’it-Tabi’in & generasi setelahnya) tp mereka tetap saling merhormati pendapat yg lain selama tetap dalam jalur yg idak keluar dari Qur’an dan Hadits itu sendiri.

    Akan tetapi melihat realita zaman sekarang ada beberapa golongan/sekte yang “alergi sekali” dengan perbedaan, kalau ada pendapat yg tidak sesuai dengan golongannya/pendapat ustadnya, mereka langsung tentang dengan cara yg kurang sopan, memfonis dengan fonisan yg sangat menyinggung golongan yg bersebrangan, sehingga -dengan dalih pemurnian aqidah/agama- disadari atau tidak gaya/metode dakwah mereka terkesan “radikal” kurang ada konsep dakwah “bil-lati hiya ahsan”-nya yg dicontohkan para Salafus Sholeh. Sehingga sulit untuk mendapat simpati umat.

    Dengan tanpa mengurangi rasa hormat kami, kami memberi saran kepada fedua pihak yg berbeda pendapat, bagai mana kalau diadakan suatu pertemuan antara dua belah pihak yg berbeda pendapat tsb dalam suatu majelis ‘ilmu dengan semangat mencari kebenaran & mencari solusi dakwah agar masing2 golongan tidak terdapat (setidaknya meminimalisir) potensi konflik umat di bawah. Sehingga akan tercapainya persatuan umat yg kuat yg bersama-sama melawan kesesatan yg disepakati bersama, seperti memerangi krisis Moral bangsa, KKN, Aliran sesat, penjajahan di Palstina dll. Kenapa kita tidak bisa bersatu dalam memerangai hal2 tsb? malah sibuk dengan hal2 yg sebenarnya zaman dahulu juga telah selesai dibahas oleh para cendikiawan(Ulama) kita.

    Mohon maaf bila ada kata2 yg kurang berkenan di hati pembaca
    Salam hormat saya,
    Admin.

     
  7. acep*indiev*

    Mei 21, 2009 at 11:41 am

    assalamualaikum
    terima kasih sebelumnya….
    saya mendengar tawasul tu lum bolkh d amalkan kpada orang yang awam,karna ad beberapa syarat khusus ap itu benar

    tolong balas k (acepcimilikiti.wordpress.com)

     
  8. Asy-Syifa

    Maret 1, 2010 at 1:12 am

    Wa ‘alaikum slm Wr. Wb.

    Amalan2 dlm Agama harus didasari Ilmu, beramal tampa dasar Ilmu maka amalannya tertolak (Zubad). Demikian dgn Tawasul merupakan salah-satu amalan dr sekian amalan yg memerluka dasar Ilmu.

     
  9. Azhies Muhammad Samuel

    Agustus 7, 2011 at 11:30 am

    ass… punten, tiasa teu upami nyuhunkeu tawasulan na ngangge tulisan arab?.. hatur thanks you…

     
  10. My name is abbas rizayee

    Januari 8, 2012 at 11:48 am

    Hello

     
  11. totoh

    Maret 20, 2012 at 6:27 pm

    ass. hatur nhun pisan doa tawasulna, manawi, kumaha hukumna ngamalkeun ie tawassul, saurna kedah ijasah langsung ti guru, atanapi tiasa langsung diamalkeun!

     
    • Asy-Syifa

      Maret 21, 2012 at 9:51 am

      Wlkm slm. Wr. Wb.
      Hadits Tawasul tsb adalah sahih diriwayatkan oleh lbnu Majah dengan sanad yang sahih – Sunan Ibnu Majah 1 hal. 361-362
      Tidak menjadi masalah utk diamalkan, tp akan lebih mantap lagi bila kita menerima langsung dari Guru yang sanad keilmuan-nya nyambung (muttasil) ke pada Nabi SAW.
      WaLlohu a’lam

       
  12. nikmatul akbar

    September 3, 2012 at 11:19 am

    ceuk saha sia amun allah nyarius kitu aya hadist nya moal

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 47 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: